Logo Header Antaranews Sumbar

Tersangka Gerilyawan Kurdi Culik Pekerja di Turki Selatan

Kamis, 23 Oktober 2014 06:07 WIB
Image Print

Diyarbakir, (Antara/Reuters) - Diduga gerilyawan Kurdi menculik 10 pekerja perusahaan listrik di Turki tenggara Rabu, saat ketegangan tetap tinggi di wilayah itu menyusul kerusuhan yang menewaskan sedikitnya 35 orang. Dalam insiden terpisah, seorang politikus dari Partai Islam Kurdi ditembak mati di kota timur Bingol. Kerusuhan ttnis Kurdi terjadi di beberapa kota tenggara bulan ini atas apa yang mereka anggap sebagai penolakan pemerintah untukmembantu Kurdi Suriah memerangi kelompok garis keras Negara Islam (IS) selama lebih dari sebulan ketika kota itu, Kobani, terkepung. Kerusuhan mengancam proses perdamaian yang rapuh di manapemerintah sedang melakukan perundingan untuk mengakhiri pemberontakan 30 tahun dengan pemimpin Partai terlarang Pekerja Kurdistan (PKK) yang dipenjara, yang disebut gencatan senjata tahun lalu. Pasukan Kurdi bertempur dengan IS di Kobani yang adalahberafiliasi erat dengan PKK. Tentara Turki sedang mencari pekerja dari Dicle Electric Co. yang sedang menyelidiki transmisi ilegal di jaringan mereka dekat kota Silvan ketika kendaraan mereka dihentikan oleh sekelompok pria bertopeng, kata satu sumber keamanan. Sumber itu mengatakan para penyerang kemungkinan anggota PKK,yang di masa lalu menculik para tentara, insinyur, jurnalisdan lain-lain, kadang-kadang dengan tujuan untuk mengamankan pertukaran tahanan. Di Bingol, Fethi Yalcin, 35, tewas di luar rumahnya oleh orang bersenjata tak dikenal yang menembak dia dengan senapan dari mobil. Dia adalah anggota Partai Pembebasan Islam, atau Huda Par,kata beberapa pejabat keamanan. Meskipun keduanya terutama Kurdi, loyalis PKK condong ke kiri dan anggota Huda Par bentrok di masa lalu, dan lagi pada awal bulan ini. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026