Logo Header Antaranews Sumbar

Sejumlah Pengda Perbakin Protes Dewan Hakim Menembak

Selasa, 18 Desember 2012 13:07 WIB
Image Print

Sarilamak, (ANTARA) - Sejumlah Pengurus Daerah Perbakin di Sumatera Barat mengancam akan mengundurkan diri dan menarik atletnya dari Pekan Olah Raga Provinsi Sumatera Barat XII di Limapuluh Kota. Hal ini disebabkan adanya indikasi kecurangan yang diduga dilakukan kontingen Kabupaten Padangpariaman yang disinyalir menurunkan lima atlet yang berasal dari luar daerah, yakni dari Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pengurus daerah yang protes itu masing-masing, Pengurus Kabupaten Perbakin Pasaman, Perbakin Kota Bukittinggi, Kota Padang, Limapuluh Kota, Kota Solok, Kabupaten Sijunjung, Kota Payakumbuh, Kabupaten Mentawai, Kabupaten Solok Selatan, Kabupaten Dhamasraya, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Pasaman Barat, Kota Padang panjang. Ketua Panitia Pelaksana Olah Raga Menembak Pekan Olah Raga Sumatera Barat XII, Masril Dt. Batang, Senin, membenarkan hal tersebut. Menurutnya, ke-13 pengurus daerah itu, membuat Surat Keberatan yang ditujukan pada Dewan Hakim Cabang Menembak Porprov Sumbar XII. "Dalam Surat Keberatan ke-13 Pengurus Daerah itu menyatakan protes secara resmi terhadap tim menembak Kabupaten Padangpariaman yang menyertakan atlet luar daerah di dalam timnya," kata dia. Lima atlet Kabupaten Padangpariaman yang dinilai berasal dari luar daerah masing-masing, Ulfah Aulia, S. Maedelina, Jefri, DF, Tri Sriana Riski dan Muhammad Roza. Padahal, dalam Technical Meeting di Aula Mapolres Kabupaten Limapuluh Kota tanggal 11 Desember 2012 pada poin IV dinyatakan, atlet yang berasal dari luar daerah Sumbar dan belum pernah mengikuti kejuaraan nasional malampirkan KTP dari daerah mana yang dia wakili. Berdasarkan hal itu, ke-13 pengurus daerah Perbakin yang menyatakan protes meminta dewan hakim untuk membatalkan keikutsertaan lima atlet Kabupaten Padang Pariaman itu. Menurut Masril Dt. Batang, Dewan Hakim sedang membahas keberatan dari Pengurus Daerah yang melayangkan protes. (mko)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026