Logo Header Antaranews Sumbar

IDI: Fasilitas Kesehatan Terapung Perlu Diperbanyak

Kamis, 9 Oktober 2014 16:58 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Fasilitas kesehatan terapung di provinsi kepulauan perlu diperbanyak untuk mempermudah masyarakat yang tinggal di pulau-pulau berobat, kata Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Zaenal Abidin. "Indonesia itu negara kepulauan yang masyarakatnya banyak tinggal di pulau-pulau. Hingga sekarang kondisi kesehatan mereka sangat miris," katanya di Jakarta, Kamis. Zaenal mengemukakan provinsi kepulauan di Indonesia seperti Nusa Tenggara Barat, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Timur, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau. Fasilitas kesehatan yang perlu diperbanyak adalah puskesmas terapung, ambulance terapung, dan sarana transportasi yang dapat dipergunakan dokter untuk memeriksa kesehatan warga yang tinggal di pulau-pulau. "Kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan permasalahan itu," ucapnya. Kondisi sekarang, lanjutnya, masyarakat yang tinggal di pulau-pulau hingga sekarang kesulitan berobat karena minimnya tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan. Mereka harus menempuh jarak yang jauh, waktu yang lama untuk berobat dan biaya yang besar. Kondisi itu membuat warga yang tinggal di pulau-pulau kesulitan mendapatkan sarana kesehatan yang memadai. Mereka cenderung melakukan pengobatan secara tradisional, karena membutuhkan pengobatan yang cepat dengan harga yang relatif murah. "Sangat miris kondisi seperti itu. Bertolak belakang dengan fasilitas kesehatan dan tenaga medis di perkotaan yang menumpuk," ujarnya. Permasalahan lain yang seharusnya menjadi pertimbangan adalah kondisi kesehatan warga yang tinggal di pulau-pulau yang berbatasan dengan negara tetangga. Meski jumlah warga yang tinggal di pulau-pulau terdepan itu sedikit, mereka adalah warga Indonesia, yang perlu diperhatikan. Mereka adalah pahlawan sejati yang menjaga Indonesia, yang sehari-hari menangkap ikan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Namun jasa warga yang tinggal di pulau terdepan jarang disebutkan. "Jangan sampai mereka lebih mengenal dokter asing," katanya. Tenaga medis dan fasilitas kesehatan di pulau-pulau menjadi topik utama yang akan dibahas pada Musyawarah Kerja Nasional IDI di Lombok pada 22-26 Oktober 2014. IDI mengambil tema "Rekonstruksi Sistem Kesehatan Nasional Sebagai Penopang Bangsa dan Negara". "Sektor kesehatan dapat memperkuat nasionalisme masyarakat Indonesia, terutama yang tinggal di perbatasan," katanya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026