Logo Header Antaranews Sumbar

IBI: Partisipasi Masyarakat Ikuti Program KB Minim

Kamis, 9 Oktober 2014 16:53 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Program keluarga berencana belum banyak diminati masyarakat dengan jumlah peserta hanya sebanyak 687.715 orang (32,2 persen) dari total penduduk yakni sekitar 250 juta. "Presentasenya masih kecil baru sekitar 32,2 persen dari jumlah penduduk, masih dibawah target yaitu diatas 50 persen," kata Sekjen Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pusat Tuminah Wiratnoko SIP di Jakarta, Kamis. Target itu sesuai dengan program pemerintah terkait penggunaan KB guna menekan angka pertumbuhan penduduk. Undang-undang nomor 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan juga telah mencantumkan mengenai kesehatan reproduksi dan keluarga berencana namun kondisi yang ada belum sesuai harapan. Masyarakat masih banyak yang tidak berminat mengikuti program keluarga berencana sehingga peran bidan dan perawat untuk melakukan sosialisasi di puskesmas, rumah sakit dan praktik swasta masih sangat dibutuhkan. "Program KB berperan penting dalam kesehatan reproduksi serta peningkatan kesehatan ibu dan anak. Kami terus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya program KB," katanya. Namun sosialisasi juga mengalami kendala dalam hal jumlah bidan dan perawat yang masih minim jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Data Majelis Tenaga Kesehatan Indonesia (MTKI) Kementerian Kesehatan 2013 mencatat jumlah bidan sebanyak 225.096 orang yang tersebar di Rumah Sakit, Puskesmas, RSAB, Bidan Desa, BPS, Institusi Pendidikan dan Institusi lainnya. "Tenaga bidan tentunya masih sangat diperlukan dengan melihat pertumbuhan penduduk Indonesia yang terus bertambah sedangkan tenaga masih kurang," kata Tuminah. Data Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menyebutkan jumlah penduduk Indonesia diperkirakan akan mencapai lebih dari 250 juta jiwa hingga akhir 2014 dengan pertumbuhan penduduk 1,49 persen per tahun. "Jumlah penduduk menjadi masalah serius. Indonesia berada di urutan keempat dari negara berpopulasi terbesar di dunia setelah Cina, India, dan Amerika Serikat," ucapnya. Guna pengendalian penduduk Indonesia Tuminah menambahkan, pelayanan dan sosialisasi KB harus terus ditingkatkan baik melalui bidan di Puskesmas maupun di praktek mandiri bidan dan dokter. "Pelaksanaan KB di lapangan hampir 80 persen dilakukan bidan. Karena perannya strategis pada Program KB. Tentunya bidan berkontribusi terhadap masalah pengendalian pertumbuhan penduduk, serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak," tambahnya. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026