
HIPMI Jaya Harap Ahok Perkuat Industri Kreatif

Jakarta, (Antara) - Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) DKI Jakarta (Jaya) berharap agar Gubernur DKI Jakarta nanti yang akan dijabat Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) fokus memperkuat industri kreatif dan jasa di wilayah itu. "Harapan kita Pak Ahok perkuat industri kreatif," ujar Ketua Umum BPD Hipmi Jaya Rama Datau di Jakarta, Kamis. Rama mengatakan, DKI Jakarta memiliki potensi besar untuk pengembangan industri kreatif dan jasa, namun roadmap dan insentif pengembangan industri ini di ibu kota belum jelas. "Masalah lahan yang semakin sempit dan mahal, membuat industri kreatif dan jasa lebih tepat untuk berkembang di Jakarta," ujar Rama. Rama mengatakan tak hanya bagi DKI, kontribusi industri kreatif bagi perekonomian nasional sangat besar. Tahun lalu industri kreatif mampu menyumbang bagi PDB (produk domestik bruto) sebesar 7,29 persen atau senilai Rp486,1 triliun. "Masih besar ruang yang dapat dikembangkan di industri ini," ujarnya. Dikatakan Rama, tingginya potensi pertumbuhan industri kreatif di Jakarta ditandai dengan mulai berkantornya media-media "online" dan sosial kelas dunia di Jakarta seperti Facebook dan Google. Hipmi percaya Ahok mampu membawa DKI Jakarta menjadi kota yang berdaya saing tinggi di industri kreatif. "Dengan profil Ahok, kita optimistis beliau mampu mengembangkan industri kreatif di DKI," papar Rama. Pemerintah berencana mempercepat pengembangan industri kreatif nasional hingga mampu berkontribusi sedikitnya 8 persen terhadap PDB Indonesia. Bukan itu saja, peran industri kreatif sangat vital bagi penyerapan tenaga kerja. Saat ini, jumlah tenaga kerja yang diserap mencapai 8,6 juta atau 7,9 persen dari total tenaga kerja. Di sisi lain Rama menilai DKI Jakarta tidak kompetitif lagi bagi industri manufaktur, sehingga perlu dipikirkan untuk direlokasi ke daerah-daerah yang lebih kompetitif. "Kemacetan, lahan yang menyempit, serta tingginya UMP (Upah Minimum Provinsi) menjadi alasan yang kuat agar pabrik-pabrik dapat direlokasi ke luar Ibu Kota, ujar Rama. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
