Logo Header Antaranews Sumbar

Keluarga Soeharto Kurban 26 Sapi di At-Tin

Minggu, 5 Oktober 2014 13:28 WIB
Image Print

Jakarta, (Antara) - Keluarga Mantan Presiden Soeharto menyumbangkan 26 ekor sapi sebagai hewan kurban dalam rangka Idul Adha 1435 Hijriah di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, dengan berat sapi rata-rata 700 kg hingga 1,2 ton. "Jumlah kurban ada 26 sapi dan enam kambing. Seluruh sapi berasal dari keluarga dan kerabat Soeharto. Kambingnya berasal dari rekanan dan pimpinan pengurus Masjid At-Tin," jelas Ketua Panitia Pemotongan Hewan Kurban Masjid Agung At-Tin Jamilludin di Jakarta, Minggu. Jamil mengatakan, jumlah hewan kurban tersebut lebih sedikit dibandingkan saat Idul Adha 1434 Hijriah atau pada 2013, namun ukuran rata-rata sapi untuk tahun ini dinilai jauh lebih besar dibandingkan tahun lalu. Menurut Jamil, dari 26 sapi tersebut, pihak panitia akan membaginya ke dalam 6.400 kantong untuk dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan, terutama di lingkungan Masjid Agung At-Tin. Guna mengantisipasi antrean masyarakat, lanjut Jamil, pihak panitia telah mengatur pendistribusian daging kurban yang akan diberikan melalui yayasan, panti asuhan dan pengurus Rukun Warga setempat. Cara pendistribusian tersebut, diketahui merupakan warisan dari penggagas Masjid yakni Mantan Presiden Soeharto, yang enggan mengeksplorasi kemiskinan di Indonesia dengan banyaknya antrean masyarakat yang berebut untuk mendapatkan daging kurban. "Seperti biasanya, kami melanjutkan apa yang sudah dilakukan pada masa pimpinan terdahulu. Kami bagikan berdasarkan proposal tertulis dari yayasan dan wilayah setempat. Supaya tidak terjadi kekisruhan," tutur Jamil. Jamil mengatakan, hingga "H-1" Idul Adha yang ditetapkan pemerintah, setidaknya ada sekitar 10 proposal yang masuk untuk mengajukan permintaan daging kurban di lingkungan sekitar. "Kami dari panitia berusaha untuk merata dalam pendistribusian. Kami inikan oasis untuk lingkungan, agar bisa bermanfaat bagi lingkungan, kami akan sesuaikan pendistribusiannya dengan lingkungan," ujar Jamil. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026