Logo Header Antaranews Sumbar

Hamas-Fatah Buat "Terobosan" Dalam Pembicaraan Persatuan

Jumat, 26 September 2014 02:05 WIB
Image Print

Kairo, (Antara/AFP) - Faksi Palestina Hamas dan Fatah telah membuat "terobosan" dalam pembicaraan di Kairo yang bertujuan menghidupkan kembali pemerintah persatuan mereka, kata para perunding dari kedua pihak, Kamis. Mereka tidak akan memberikan rincian konkret tetapi mengatakan pengumuman resmi akan dilakukan Kamis malam. "Satu terobosan telah dicapai pada sejumlah isu ... dan kesepakatan akan diumumkan pada Kamis malam," kata anggota tim Hamas kepada AFP dengan syarat tak disebut jatidirinya. Seorang pejabat Fatah yang berpartisipasi dalam pembicaraan juga menegaskan bahwa terobosan telah dibuat. Pembicaraan dua hari, yang dimulai pada Rabu, terjadi setelah delegasi gabungan Palestina dan Israel sepakat untuk mengadakan pembicaraan tidak langsung secara terpisah pada akhir Oktober, untukmemperbincangkan gencatan senjata abadi setelah 50 hari perang Gaza musim panas ini, antara Hamas dan Israel. Para pihak yang bersaingan di Palestina telah membentuk pemerintahan kesatuan independen pada Juni, tetapi berselisih lagi, dengan Presiden Palestina Mahmud Abbas mengancam untuk mengakhiri pemerintahan dan menuduh Hamas menjalankan "pemerintahan paralel" sebagai penguasa de facto di Jalur Gaza. Hamas pada sebaliknya menuduh otoritas Palestina Abbas, yang berkantor pusat di Ramallah, tidak membayar 45,000 karyawannya di Gaza. Dua pejabat mengatakan kepada AFP, perjanjian yang akan dinyatakan nanti akan fokus pada pemberdayaan pemerintah persatuan di Gaza dan memungkinkan untuk mengatur jalur tanpa hambatan. Mereka mengatakan kedua faksi juga sepakat bahwa Otoritas Palestina akan mengelola penyeberangan Gaza untuk memungkinkan bahan bangunan dan bantuan kemanusiaan bisa lolos menjelang konferensi donor internasional pada Oktober. Pembicaraan antara kedua pihak yang penting bagi divisi internal Palestina akan disisihkan dan menyepakati strategi terpadu selama pembicaraan dengan perunding Israel pada Oktober. Di bawah mediasi Mesir, Israel dan Palestina sepakat pada 26 Agustus untuk gencatan senjata yang mengakhiri perang Juli-Agustus antara Hamas dan pasukan Israel. Konflik itu berakhir dengan kesepakatan untuk mengadakan pembicaraan tuntutan masa depan Palestina guna mengakhiri blokade delapan tahun Gaza dan pertukaran tahanan di penjara-penjara Israel untuk sisa-sisa jasad tentara Israel yang tewas di Gaza. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026