Logo Header Antaranews Sumbar

Gerilyawan Pakistan Tewaskan Tiga Orang Dalam Serangan

Selasa, 16 September 2014 06:44 WIB
Image Print

Islamabad, (Antara/AFP) - Para gerilyawan Senin menewaskan tiga orang dalam serangan yang menargetkan polisi di barat laut Pakistan yang bergolak, kata para pejabat. Seorang pembom bunuh diri menewaskan satu polisi di Tahl, sekitar 100 kilometer sebelah barat daya Peshawar, sementara dua bersaudara dari kepala kantor polisi tewas dalam serangan terpisah di rumahnya di Dera Ismail Khan. "Sekelompok hingga enam militan menyerang kantor polisi Tahl dan salah satu penyerang meledakkan dirinya ketika polisi memergoki mereka dan merespons tembakan," kata kepala polisi distrik Anwar Saeed Kundi kepada AFP. "Seorang polisi tewas dan lainnya terluka," katanya dan menambahkan bahwa penyerang yang tersisa melarikan diri setelah bom bunuh diri. Secara terpisah pejuang menyerang rumah seorang kepala kantor polisi di Dera Ismail Khan, sekitar 240 kilometer sebelah selatan Peshawar, dan menewaskan dua bersaudara itu, kata kepala polisi distrik Sadiq Baloch kepada AFP. Polisi Saifur Rehman tidak ada di rumah ketika serangan itu terjadi, kataya menambahkan. Baloch mengatakan, saudara-saudara Rehman tewas dalam pembalasan atas operasi Minggu, di mana seorang gerilyawan tewas dan melukai lainnya. Tidak ada yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu, tetapi gerilyawan Taliban secara rutin menargetkan polisi dan pasukan keamanan di daerah. Pakistan memulai desakan lama ditunggu-tunggu untuk membersihkan kelompok pemberontak dari Utara, daerah suku Waziristan pada Juni setelah serangan berdarah di bandara Karachi. Waziristan Utara telah menjadi basis utama bagi Tehreek-e-Taliban Pakistan (Taliban Pakistan), yang bangkit melawan negara pada tahun 2007. Amerika Serikat telah lama menyerukan tindakan di daerah itu terhadap kelompok militan yang menargetkan pasukan NATO di negara tetangga Afghanistan. Militer Pakistan mengatakan telah menewaskan lebih dari 900 tawanan gerilyawan dan kehilangan 82 tentara sejak awal operasi.(*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026