
Tanjungbalai-Samosir Harus Bersinergi Kembangkan Pariwisata

Tanjungbalai, (ANTARA) - Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sapta Nirwandar mengatakan, Kota Tanjungbalai dan Kabupaten Samosir, Provinsi Sumatera Utara, harus bersinergi mengembangkan pariwisata. "Tanjungbalai kalau bersinergi dengan Samosir sudah benar sekali karena antara hulu dan hilir tidak bisa dipisahkan," kata Sapta Nirwandar saat membuka Tanjungbalai&Toba Culture Festival 2012 di Tanjungbalai Asahan, Sumatera Utara, Sabtu. Tanjungbalai mempunyai Sungai Asahan yang menjadi potensi pariwisata. Sungai Asahan berhubungan langsung dengan Danau Toba dimana airnya bersumber dari danau tersebut. Danau Toba telah dikenal sebagai salah satu destinasi wisata di Sumatera Utara dengan potensi pariwisata budaya, namun selama ini lebih banyak dijangkau melalui Bandara Polonia Medan. Sapta berharap, ke depan Tanjungbalai menjadi pintu gerbang bagi wisatawan mancanegara khususnya dari Malaysia langsung menuju Danau Toba karena posisinya yang cukup strategis sebagai pintu gerbang laut yang menghubungkan langsung dengan Port Klang, Malaysia dengan jarak tempuh empat jam. Adanya hubungan Port Klang-Tanjungbalai menjadikan wisatawan mancanegara dapat langsung mengunjungi Danau Toba tanpa melalui Medan. Tanjungbalai sudah menjadi pintu gerbang pengembangan pariwisata Danau Toba yang resmi tergabung dalam Lake Toba Regional Management (LTRM). Tanjungbalai merupakan kota perdagangan yang multietnis yakni 42,56 persen suku batak, 17,06 persen suku Jawa, 3,58 persen Melayu, 1,11 persen Minang serta Aceh dan lainnya sebanyak 20,28 persen. Kota Tanjungbalai pernah menjadi kota terpadat di Asia Tenggara dengan jumlah penduduk sekitar 40.000 jiwa dengan kepadatan penduduk sekitar 20.000 jiwa per kilometer persegi.(*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
