
Banjir Tidak Mengganggu Persiapan Ujian Semester

Padang Aro, (ANTARA) - Banjir yang melanda Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat pada Kamis malam (13/12) tidak mengganggu persiapan ujian semester yang akan dilaksanakan Senin (17/12). "Meskipun siswa yang sekolahnya dilanda banjir, yakni SDN 6 Sungai Pangkur, MTsN Pakan Rabaa dan SMAN 5 Solok Selatan sempat diliburkan sehari Jumat (14/12) namun banjir tidak mengganggu persiapan ujian semester," kata Kepala Dinas Pendidikan Solok Selatan Fidel Efendi di Padang Aro, Sabtu. Dia menyebutkan, banjir bercampur lumpur, bebatuan dan kayu gelondongan sempat merendam ketiga sekolah tersebut dan meninggalkan endapan lumur di halaman sekolah, jalan menuju sekolah dan kelas. Ketinggian lumpur bercampur pasir yang mengendap di halaman di tiga sekolah tersebut mencapai betis orang dewasa. Saat ini, kata dia, para siswa tetap masuk namun tidak melakukan proses belajar mengajar karena dikerahkan untuk membersihkan lumpur di kelas dengan bantuan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum setempat. "Setelah membersihkan kelas dilanjutkan penyerahan kartu ujian," katanya. Dia menambahkan, kendati membawa material namun banjir tersebut tidak menyebabkan kerusakan fatal di tiga sekolah tersebut. "Tidak ada kelas yang rusak parah, hanya lumpur yang masuk ke kelas. Memang ada fasilitas sekolah yang rusak, seperti pagar, tetapi tidak mengganggu persiapan ujian," katanya. Untuk MTsN Pakan Rabaa, kata dia, ujian akan dilaksanakan di lantai dua karena sebagian besar kelas yang berada di lantai satu tergenang lumpur. Dia menambahkan, pihaknya saat ini sedang melakukan pendataan kerugian material di tiga sekolah tersebut. Kepala SMAN 5 Solok Selatan Ridwan menyebutkan, banjir yang merendam sekolahnya mencapai lutut orang dewasa. "Saat banjir, air sampai ke lutut. Lumpur menutup seluruh halaman setinggi betis orang dewasa," ujarnya. Dia menambahkan, tidak ada kerusakan serius di SMAN 5 Solok Selatan, namun material yang rencananya digunakan untuk mengecor semen habis dibawa banjir. Lumpur juga sempat mengganggu akses masuk ke sekolah tersebut. Terkait persiapan ujian, dia mengatakan, tidak ada kendala karena tidak ada kelas yang rusak. Untuk membantu membersihkan sekolah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Solok Selatan mengerahkan dua mobil pemadam kebakaran untuk membersihkan lumpur. Sementara Dinas Pekerjaan Umum (PU) mengerahkan lima alat berat. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
