Logo Header Antaranews Sumbar

Norwegia akan Sewa Penjara Belanda

Selasa, 9 September 2014 19:49 WIB
Image Print

Oslo, (Antara/Reuters) - Norwegia berencana menyewa penjara di Belanda mengingat meningkatnya antrean narapidana yang menunggu sel dan pekerjaan renovasi di penjara Norwegia yang diperkirakan akan mengurangi kapasitas penjara, kata kementerian kehakiman setempat, Senin. "Pada saat ini, antreannya mencapai 1.300, dan ada permintaan yang besar untuk ruang penahanan," katanya dalam sebuah pernyataan. "Belanda telah menyewakan penjara ke Belgia selama beberapa tahun." Penjara Norwegia dikenal dengan perlakuannya yang relatif manusiawi terhadap narapidana, dengan narapidana non-kekerasan sering ditempatkan di penjara terbuka dan bebas bergerak, memiliki sarana rekreasi dan fokus pada rehabilitasi. Sebuah kesepakatan untuk menyewa beberapa ratus ruang penjara Belanda akan memungkinkan Norwegia menghindari kepadatan penghuni dan mempertahankan standarnya saat penjara di negaranya direnovasi. Renovasi itu menelan biaya sekitar 4,4 miliar crowns ($ 700 juta). Tingkat penahanan di negara Nordik itu adalah sekitar 72 orang untuk setiap 100 ribu orang, sekitar sepersepuluh dari tingkat di Amerika Serikat. "Di Norwegia ada kekurangan kapasitas, dan sekarang kami memiliki surplus," kata Fred Teeven, sekretaris negara Belanda yang bertanggung jawab pada penjara, dalam sebuah surat kepada parlemen Belanda. Belanda telah memiliki kontrak untuk menampung tahanan dari Belgia - yang kira-kira setengah dari populasinya berbahasa Belanda - di penjara dekat perbatasan Belgia. "Situasi dengan Norwegia akan berbeda," kata Teeven, "karena Norwegia bukan tetangganya langsung, bukan anggota Uni Eropa dan memiliki bahasa yang berbeda." Sebuah kesepakatan untuk tahanan Norwegia akan dilakukan mulai 2015 selaras dengan hukum Norwegia di wilayah Belanda. Populasi penjara Belanda adalah sebesar 11.160 pada akhir 2012, dan telah terus menurun sejak tahun 2008, menurut layanan penjara Belanda. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026