
Myanmar-Norwegia akan Bekerjasama Dalam Pelestarian Bakau

Yangon, (Antara/Xinhua-0ANA) - Myanmar dan Norwegia sedang mengupayakan kerja sama dalam pelestarian hutan bakau dan rencana konservasi dalam hal ini sedang dikerjakan di antara kedua negara, kata media resmi Selasa. Pada pertemuan antara Menteri Konservasi Lingkungan dan Kehutanan Myanmar, U Win Tun, dan kunjungan kepala Komite Tetap Parlemen Norwegia untuk Energi dan Lingkungan Hidup, Ola Elvestuen, kedua pihak membahas kerja sama dengan organisasi non-pemerintah internasional dalam program rehabilitasi, kegiatan konservasi hutan bakau antara kementerian dan Yayasan Worldview International dan nota kesepahaman dalam hal ini diharapkan akan ditandatangani. Norwegia telah membantu Myanmar dengan program konservasi keanekaragaman hayati dan sumber daya hutan. Pada Mei tahun ini, kementerian Myanmar dan Departemen Iklim dan Lingkungan Norwegia memulai "letter of intent" tentang kerja sama dalam usaha juga meliputi pelestarian sumber daya air di daerah aliran sungai (DAS) Sittoung dan Bago, pengembangan situs wisata yang terkenal di dunia Danau Inlay di negara bagian Shan dan perbaikan sosial ekonomi etnis minoritas yang berada di sekitar danau. Selain itu, kerja sama untuk menempatkan Danau Inlay ke dalam daftar warisan dunia, implementasi Pengurangan Emisi dari Deforestasi dan Degradasi (REDD +), mempromosikan kerja sama dengan LSM dalam tugas-tugas konservasi lingkungan, pembangunan dan skema pengentasan kemiskinan juga dicakup oleh niat kedua negara. Selain itu, pengembangan industri ekowisata dan peningkatan keahlian teknologi dan sumber daya manusia antara Myanmar dan Norwegia juga dijadikan agenda. Sementara itu, pada Juni 2013, Palang Merah Myanmar dan Norwegia menandatangani nota kesepahaman tentang kerja sama dalam melaksanakan beberapa proyek komunal di Myanmar seperti proyek pengembangan logistik, air dan sanitasi kesiapsiagaan dan tanggap darurat dan proyek pembangunan kesehatan. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
