
PM Kamboja Bahas Hubungan Bilateral dengan Menlu Thailand

Phnom Penh, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, Senin bertemu dengan Menteri Luar Negeri baru Thailand Tanasak Patimapragorn untuk membahas cara-cara memperkuat hubungan bilateral dan kerja sama. Tanasak, yang juga wakil kepala Dewan Nasional untuk Ketentraman dan Ketertiban (NCPO), mengatakan rombongannya terdiri dari para anggota kabinet pemerintah Thailand dan para perwira militer berpangkat tinggi. "Kunjungan kami adalah untuk mempertahankan dan mengembangkan hubungan baik dengan Kamboja, baik bilateral maupun multilateral dalam kerangka ASEAN," katanya. "Thailand siap untuk bekerja dengan Kamboja guna memajukan hubungan dan kerja sama untuk kepentingan bersama." Sementara itu, Hun Sen menyatakan terima kasih kepada Thailand untuk menyediakan status hukum bagi para pekerja migran Kamboja. Dia mengatakan Kamboja sangat ingin bekerja sama dengan Thailand untuk membangun perbatasan kedua negara sebagai perbatasan perdamaian, persahabatan, kerja sama dan pembangunan. Perdana menteri menekankan bahwa penting untuk mempersempit perselisihan dan meningkatkan kerja sama di bidang ekonomi, perdagangan, investasi, dan pariwisata untuk kepentingan kedua negara dan bangsa. Kamboja dan Thailand belum menyelesaikan sengketa mereka atas sebidang tanah 4,6 km persegi di sebelah Candi Preah Vihear Kamboja. Mahkamah International yang bermarkas di Den Haag (ICJ) memutuskan pada November bahwa Kamboja memiliki kedaulatan atas seluruh wilayah candi Preah Vihear itu, dan memerintahkan Thailand menarik pasukan bersenjatanya dari wilayah tersebut. Sejauh ini, kedua negara belum memulai pembicaraan atas pelaksanaan putusan ICJ itu. Tanasak tiba di Phnom Penh Senin pagi untuk kunjungan resmi satu hari. Sebelumnya pada hari itu, dia mengadakan pembicaraan dengan Wakil Perdana Menteri Kamboja dan Menteri Pertahanan Tea Banh. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
