Logo Header Antaranews Sumbar

Pejabat: PM Lesotho Kembali Setelah Kudeta

Selasa, 2 September 2014 07:17 WIB
Image Print

Pretoria, (Antara/AFP) - Perdana Menteri Lesotho di pengasingan Tom Thabane kini dalam perjalanan pulang setelah mengklaim militer telah mencoba mengusir dia, kata ajudannya Senin, menyusul pembicaraan mediasi regional di negara tetangga Afrika Selatan. "Kita akan pulang sekarang, kemungkinan besar kita akan di Lesotho besok," kata Samonyane Ntsekele, penasihat perdana menteri kepada AFP di Pretoria, di mana badan keamanan 15-anggota SADC mengadakan pembicaraan darurat maraton mengenai krisis di negara itu. Tom Thabane menyeberangi perbatasan untuk menyelamatkan diri beberapa jam sebelum kemungkinan kudeta dengan bantuan Pasukan Khusus Afrika Selatan, demikian laporan Sunday Times. Pada Sabtu dini hari, militer Lesotho menyerbu tempat tinggal Thabane dan menduduki markas polisi serta kantor polisi Mabote di Ibu Kota negeri itu, Maseru, dalam tindakan yang diduga sebagai upaya kudeta. Menurut Sunday Times, satu kelompok personel Pasukan Khusus Afrika Selatan telah bergerak memasuki Lesotho pada Jumat sore bersama sekelompok diplomat. Laporan tersebut, dengan mengutip beberapa diplomat lokal, mengatakan Pemerintah Afrika Selatan telah berusaha menengahi kesepakatan perdamaian di Kerajaan Gunung itu, daerah kantung yang dikepung oleh tentara Afrika Selatan, selama lebih dari dua bulan. Masalah telah merebak di negeri tersebut sejak Juni, setelah Thabane membubarkan parlemen di tengah desas-desus bahwa anggota parlemen akan mensahkan mosi tak percaya terhadap dia. Menurut laporan sebelumnya, Thabane menyelamatkan diri ke Afrika Selatan karena khawatir terhadap keselamatannya. Seorang pejabat Lesotho yang tak disebut jatidirinya memberitahu Xinhua bahwa Thabane "telah mendatangi Masyarakat Pembangunan Afrika Selatan (SADC)" untuk meminta campur tangan. Menurut Departemen Kerja Sama dan Hubungan Internasional Afrika Selatan (DIRCO), tindakan militer tersebut memaksa perdana menteri bersembunyi di Afrika Selatan. Namun, perdana menteri mengatakan ia berada di Afrika Selatan "untuk mengunjungi putrinya dan akan pulang ke Lesotho pada Ahad. (*/sun)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026