
PM Thailand Perintahkan Perlindungan Bagi Pejabat Provinsi Selatan

Bangkok, (Antara/Xinhua-0ANA) - Perdana Menteri Thailand Yingluck Shinawatra Sabtu memerintahkan badan-badan keamanan untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi para pejabat dan rakyat di wilayah selatan yang bergolak setelah wakil gubernur tewas, kata Kantor Berita Thailand. Issara Thongthawat, wakil gubernur provinsi perbatasan selatan Yala, meninggal di rumah sakit setelah sebuah bom pinggir jalan meledak saat mobilnya melakukan perjalanan di sepanjang Jalan Yala-Betong di Kabupaten Bannang Star, Yala, pada Jumat sore. Yingluck menyatakan kesedihan atas wafatnya Issara dan memerintahkan badan-badan keamanan untuk meningkatkan langkah-langkah untuk menjamin keamanan para pejabat dan warga di tiga provinsi perbatasan selatan. Perdana menteri mengatakan bahwa kematian Issara dan pembunuhan terakhir atas seorang pelaut swasta di Narathiwat adalah tindakan keterlaluan yang dapat mempengaruhi moral para pejabat. Polisi menduga bahwa gerilyawan separatis terlibat dalam kedua kasus itu. Dia berjanji bahwa pemerintah akan memfasilitasi tugas mereka dengan menyediakan peralatan modern untuk membantu misi mereka. Lebih dari 5.000 orang telah tewas di Thailand selatan yang mayoritas berpenduduk Muslim, etnis Melayu, di tiga provinsi perbatasan selatan - Yala, Pattani, Narathiwat dan empat kabupaten Songkhla - sejak aksi kekerasan separatis meletus pada Januari 2004, menurut Deep South Watch, yang memantau kekerasan regional. Wilayah tersebut dulunya adalah daerah otonomi Kesultanan Melayu Muslim sampai dianeksasi oleh Bangkok pada sekitar seabad lalu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
