Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi Cabut Police Line di Rumah Terduga Teroris

Rabu, 13 Agustus 2014 13:57 WIB
Image Print

Karanganyar, 13/8 (Antara) - Kepolisian Resor Karanganyar segera mencabut police line yang dipasang di rumah terduga teroris Riyanto (32) warga Tlogo RT 3 RW 14 Desa Mberjo, Kecamatan Ngargoyoso, yang ditangkap oleh Detasemen Khusus 88 Anti Terror Mabes Polri, pada Senin (11/8) malam. Kepala Polres Karanganyar AKBP Martireni Narmadiana, di Karanganyar, Rabu, mengatakan, police line dipasang sejak penggeledahan yang dilakukan oleh pasukan Desus, Senin (11/8) hingga sekarang. "Kami segera mencabut police line di rumat Riyanto dan kemungkinan pada Kamis (14/8). Petugas Polsek kini masih melakukan penjagaan di rumah itu," katanya. Menyinggung soal terduga teroris Riyanto apakah terlibat organisasi paham Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Kapolres menjelaskan pihaknya belum bisa memastikan karena data identitasnya yang mengetahui hanya Densus. Namun, saat melakukan penggeledahan di rumah Riyanto, ditemukan sejumlah barang bukti antara lain sepucuk senjata api jenis pistol Broni, 24 peluru tajam, dan sejumlah buku-buku ajaran berjihad. "Kami belum bisa memastikan apakah ada indikasi paham ISIS. Hal ini, yang tahun Densus. Kami masih menyelidikan dengan meminta keterangan saksi tetangganya," kata Kapolres. Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat Karanganyar lebih waspada orang-orang baru yang kegiatannya mencurigakan segera melaporkan ke polisi. Polisi yang akan melakukan penyelidikan laporan dari masyarakat. Menurut dia, Riyanto kegiatan sehari-hari sebagai penjual siomay keliling dan dia melakukan aktivitasnya normal seperti warga lainnya. . Riyanto ditangkap oleh Densus, karena terlibat anggota kelompok teroris Abu Robban yang melakukan perampokan di Kendal beberapa waktu lalu. Riyanto termasuk orang yang dicari-cari oleh polisi, tetapi perannya belum diketahui. Riyanto sudah dibawa ke Jakarta oleh pasukan Densus, Selasa (12/8). Petugas yang sebelumnya juga mengamankan Sumiyem (35) istri Riyanto, pada Senin (11/8), sorenya sudah dipulangkan ke rumahnya. Menurut Harso Suwito selaku Ketua RW 14 Desa Mberjo, keluarga Riyanto menetap di rumah tersebut sejak 2009 Mereka sebelumnya merantau di Jakarta. Riyanto aslinya Cilacap setelah menikah dengan warga setempat kemudian merantau ke Jakarta. (*/jno)



Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026