Logo Header Antaranews Sumbar

Yuddy Cabut Laporan ke Polisi Guru Honorer

Senin, 14 Maret 2016 13:05 WIB
Image Print
Yuddy Chrisnandi (Antara)

Jakarta, (Antara) - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) Yuddy Chrisnandi menyatakan telah mencabut laporan ke polisi terkait kasus guru honorer yang mengirimkan pesan singkat yang isinya mengancam dirinya.

"Sudah selesai, tidak diproses lagi, anaknya masih kecil tiga tahun, istrinya tidak bekerja, gajinya gak nyampai Rp500.000, ya tentunya kita iba," kata Yuddy ditemui di Kantor Staf Kepresidenan Jakarta, Senin.

Yuddy mengaku awalnya tidak mengetahui bahwa SMS itu dari seorang guru honorer.

"Kan biasanya yang suka meneror kan teroris. Saya pikir teroris, kalau teroris ya dilanjutkan," ucap Yuddy.

Ia mengakui ada rasa kesal di guru honorer itu sehingga manusiawi jika dia menyampaikan kekesalannya itu. "Secara manusiawi ya kita memaklumi, ya dicabut saja kasusnya kan gampang," ujarnya.

Ketika ditanya apakah dirinya ketemu dengan guru honorer asal Brebes, Jateng itu, Yuddy mengatakan tidak perlu ketemu langsung. "Begitu tahu identitasnya kita cabut laporannya. Gak ada masalah, dia cuma nginep semalem saja kan," tuturnya.

Ketika ditanya, guru honorer itu mendapat nomor telepon genggamnya dari mana, Yuddy mengatakan bisa dari mana saja.

"Kan nomor di mana-mana diumumin, nomor presiden aja kan ada di internet suka di-'share'," jelasnya.

Ia menyebutkan dirinya dapat memaklumi adanya kekecewaan dari guru honorer itu.

"Tapi antara pencabutan laporan, masalah teror dan permohonan maaf kan hal yang berbeda dengan subtansi kebijakan. Kalau bicara soal kebijakan ya lain lagi tapi kita memahami aspirasinya," katanya. (*)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026