
Biden - Petro Bahas Situasi Ukraina Timur

Washington, (Antara/KUNA/Reuters) - Wakil Presiden Amerika Serikat Joe Biden Sabtu berbicara melalui telepon dengan Presiden Ukraina Petro Poroshenko tentang situasi di Ukraina timur. "Presiden Poroshenko memberitahu Wakil Presiden komunikasinya dengan Komite Palang Merah Internasional (ICRC) tentang upaya-upaya ICRC untuk mendistribusikan bantuan kemanusiaan multilateral - termasuk bantuan dari Amerika Serikat - untuk populasi yang rentan di timur Ukraina," menurut satu pernyataan Gedung Putih. Kedua pemimpin setuju, "jika Rusia serius memperbaiki situasi kemanusiaan di Ukraina timur, ia harus segera menghentikan penembakan-penembakan atas pasukan Ukraina dan membebaskan para sandera Ukraina yang ditahan di Rusia, serta memangkas pemberian senjata untuk sekutu Rusia yang beroperasi di Ukraina. "Keduanya selanjutnya, akan mendesak Rusia untuk terlibat dengan masyarakat internasional dan pemerintah Ukraina untuk menemukan solusi politik bagi krisis itu". Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov sebelumnya juga telah berbicara melalui telepon dengan timpalannya dari Amerika Serikat John Kerry dan menyerukan "langkah-langkah mendesak untuk mencegah bencana kemanusiaan yang akan muncul di wilayah tenggara" Ukraina. Kementerian Luar Negeri Rusia mengeluarkan pernyataan tersebut Sabtu. Pernyataan itu mengatakan bahwa "John Kerry menegaskan pekerjaan tersebut kini sedang dilakukan dengan pihak berwenang Kiev". Sebelumnya Ukraina mengatakan pihaknya mencegah usaha Rusia mengirim pasukan melintasi perbatasan dengan menyamar sebagai duta kemanusiaan, yang membuat Barat khawatir Moskow berencana menyerbu wilayah itu. "Iringan besar bergerak ke arah perbatasan Ukraina disertai pasukan Rusia dan peralatan keras militer," kata Valeriy Chaliy, wakil kepala kantor Presiden Petro Poroshenko, Jumat malam, dalam wawancara televisi. "Menurut dugaan setelah berkonsultasi dengan Komite Palang Merah Internasional di Ukraina, konvoi kemanusiaan itu dengan "pengawal keamanan bertujuan untuk masuk melakukan provokasi konflik berskala penuh," tambahnya. Chaliy mengatakan tindakan itu dicegah melalui saluran-saluran diplomatik, tanpa menjelaskan lebih jauh. Pada Jumat, Duta Besar AS untuk PBB Samantha Power menolak usul Rusia membangun koridor-koridor kemanusiaan untuk membantu penduduk Ukraina yang terperangkap dalam pertempuran sengit, dan tidak memiliki pasokan listrik serta air. Satu "intervensi sepihak oleh Rusia di wilayah Ukraina, termasuk satu dengan samaran memberikan bantuan kemanusiaan, sama sekali tidak dapat diterima dan memperingatkan dengan keras itu dianggap sebagai satu invasi terhadap Ukraina," kata Power. (*/WIJ)
Pewarta: Antara TV
Editor: Antara TV
COPYRIGHT © ANTARA 2026
