
Polisi: Tembakan Mortir Selatan Baghdad Tewaskan Sembilan Orang

Baghdad, (Antara/Reuters) - Sembilan orang tewas di kota selatan Baghdad terutama berpenduduk Syiah, Ahad malam, dengan tembakan mortar yang melanda dekat satu situs religius Syiah, kata polisi dan sumber rumah sakit. Sumber-sumber di kota Mahmoudiya mengatakan, delapan putaran mortir mendarat di dekat satu "husseiniya," sebuah situs religius yang ditujukan untuk Hussein, seorang syuhada dalam tradisi Syiah. Sumber penembakan belum jelas. Dua bom pinggir jalan juga meledak di daerah Abu Ghraib baratBaghdad, menewaskan lima relawan pejuang Syiah, polisi dan sumber rumah sakit. Serangan mortir terjadi sehari setelah serangan hari paling mematikan di ibu kota sejak pemberontakan Sunni menyerbu bagian besar utara Irak bulan lalu. Setidaknya 27 orang tewas dalam gelombang pemboman di wilayah Muslim sebagian besar Syiah di Baghdad. Kelompok Negara Islam mengaku bertanggung jawab, Minggu, atas pemboman. Sebelumnya, satu bom mobil bunuh diri di Baghdad selatan menewaskan tujuh orang dan melukai 18 lainnya, Sabtu pagi, kata polisi dan sumber rumah sakit setempat. Bom itu meledak di satu pos pemeriksaan polisi di Kabupaten Abu Dsheer, daerah terutama Syiah di selatan ibu kota, sumber itu mengatakan. Tidak ada yang mengaku bertanggung jawab untuk serangan itu. Negara Islam, kelompok militan yang menyita bagian besar dari Irak utara bulan lalu, telah mengklaim beberapa pemboman bunuh diri di ibu kota. Klaim terbaru adalah untuk pengeboman yang menewaskan tiga orang, Kamis, di jantung kota. Sebanyak 29 orang, 20 dari mereka perempuan, tewas Sabtu malam lalu di satu gedung apartemen di Baghdad timur oleh pria bersenjata yang mengenakan pakaian paduan polos dan kamuflase, kata seorang polisi dan pejabat rumah sakit. Polisi mengatakan kepada Reuters bahwa ia telah menyaksikanadegan mengerikan di gedung di lingkungan Zayouna itu. Milisi Syiah telah dituduh oleh penduduk setempat melaksanakanpembunuhan perempuan yang dicap sebagai pelacur di distrik ibu kota, meskipun tidak ada cara untuk segera mengkonfirmasi siapa yangbertanggung jawab atas serangan itu. (*/sun)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
