Logo Header Antaranews Sumbar

Polisi Myanmar Lepaskan Tembakan Bubarkan Kerusuhan Sektarian

Rabu, 2 Juli 2014 13:23 WIB
Image Print

Yangon, (Antara/Reuters) - Polisi Myanmar Rabu melepaskan tembakan untuk membubarkan kerumunan umat Buddha dan Muslim yang saling berhadapan di jalan-jalan Mandalay, kota kedua terbesar di negara itu, kata sumber polisi dan saksi mata. Myanmar telah dilanda aksi kekerasan antara dua kelompok masyarakat tersebut sejak Juni 2012. Lebih dari 200 orang tewas dan sedikitnya 140.000 mengungsi. Sebagian besar korban adalah warga Muslim. Lima orang terluka selama kerusuhan di Mandalay, termasuk seorang polisi, kata dua petugas yang meminta namanya tak disebutkan karena tak berwenang untuk berbicara kepada media. Seorang saksi mata yang tinggal di lingkungan yang sebagian besar Muslim mengatakan, gerombolan warga Buddha berkumpul Selasa setelah rumor menyebar bahwa pemilik toko teh Muslim telah memperkosa seorang wanita Buddhis. Tidak ada bukti segera tersedia untuk serangan semacam itu. Polisi berdiri di antara kelompok-kelompok itu dan mencoba untuk mendorong warga Buddha untuk bubar, kata saksi. "Polisi dan kerumunan massa berperang satu sama lain dan banyak orang melempar batu ke polisi," katanya, meminta untuk tidak disebutkan namanya karena khawatir terhadap keselamatannya. Dia mengatakan, massa mengobrak-abrik toko-toko Buddhis dan membakar kendaraan sebelum polisi berhasil memulihkan ketertiban. Tetapi sampai dengan pukul 06.00 waktu setempat warga Buddha masih mengemudi melalui lingkungan sambil meneriaki penduduk setempat. (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026