
Enam Tewas Dalam Serangan di Pos Perbatasan Saudi-Yaman

Dubai, (Antara/Reuters) - Setidaknya enam orang, termasuk pembom bunuh diri dan dua personel keamanan, tewas di penyeberangan perbatasan Saudi-Yaman, Jumat, dalam serangan yang menyoroti ancaman yang ditimbulkan oleh gerilyawan terhadap keamanan kedua negara. Arab Saudi, eksportir minyak terbesar di dunia, memiliki panjang perbatasan 1.800 km (1.100 mil) dengan Yaman yang miskin, sarat dengan konflik, sebagai tantangan keamanan utama dan telah membangun pagar untuk mencegah gerilyawan dan penjahat. Pada Jumat, orang-orang bersenjata membunuh komandan patroli perbatasan di sisi Saudi dari pos perbatasan Wadia, dan pasukan keamanan kemudian membunuh tiga penyerang dalam baku tembak berikutnya, kata Kantor Berita Arab Saudi SPA. Secara terpisah, Kantor Berita Negara Yaman, Saba, melaporkan bahwa pembom bunuh diri telah mengemudikan mobil sarat dengan bahan peledak ke dalam sisi Yaman penyeberangan perbatasan Wadia, meneeaskan dirinya sendiri dan seorang tentara serta melukai beberapa yang lain. Setelah serangan itu, pasukan keamanan Yaman mengejar gerilyawan yang melarikan diri dari tempat kejadian dengan dua mobil ke padang gurun, kata Saba, mengutip satu sumber militer. Sebelumnya, dalam komentar-komentar yang menunjukkan ada kelompok gerilyawan yang sama terlibat dalam serangan di kedua sisi perbatasan, kata pejabat Yaman kepada Reuters, saat orang-orang bersenjata telah melarikan diri ke Saudi setelah menyerang pos perbatasan Yaman. Pejabat itu mengatakan, para penyerang adalah gerilyawan Al Qaida. Kantor Berita resmi Saudi, SPA, tidak mengatakan siapa yang diduga berada di balik serangan di pos perbatasan di sisi Saudi itu. Dikatakan bahwa pasukan keamanan telah menangkap salah satu dari orang-orang bersenjata dan sedang mencari satu atau dua orang lain yang diduga bersembunyi di daerah itu. Penyeberangan Wadia di Provinsi Yaman Tenggara Hadramout, yang membentang dari pelabuhan Mukalla di selatan ke perbatasan Saudi, melalui lembah gersang dan padang pasir kosong, lanskap yang gerilyawan Al Qaida gunakan untuk keuntungan mereka di Timur Tengah. Arab Saudi telah membangun pagar keamanan di sepanjangperbatasannya dengan Yaman sejak tahun 2003, meskipun pekerjaan itu sering kali terganggu oleh protes-protes suku yang mengatakan pihaknya mencegah mereka mengakses padang rumput untuk ternak mereka. Kerajaan, sekutu regional utama Amerika Serikat, mengatasi sendiri pemberontakan al Qaida yang hampir satu dekade lalu, tetapi telah menyaksikan dengan peringatan kemajuan militer terbaru oleh Islam Sunni garis keras di Irak. Pada Mei, Riyadh mengatakan telah menahan 62 tersangka Al-Qaida dengan jaringan radikal di Suriah dan Yaman yang merencanakan serangan terhadap sasaran pemerintah dan target-target asing dikerajaan itu. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
