
Obama Kirim 200 Tentara Lagi ke Baghdad

Baghdad, (Antara/AFP) - Presiden Barack Obama mengirim 200 tentara lagi ke Baghdad untuk melindungi kedutaan besar Amerika Serikat sementara parlemen Irak akan bersidang pada Selasa untuk mencari solusi konflik sektarian di negara itu. "Sehubungan dengan situasi keamanan di Baghdad, saya memerintahkan pengiriman sekitar 200 personil tambahan Angkatan Bersenjata AS ke Irak untuk memperkuat keamanan di Kedutaan besar AS, fasilitas-fasilitas pendukungnya dan Bandara Internasional Baghdad," kata Obama dalam sepucuk surat ke Kongres yang disiarkan Senin. "Pasukan ini dkerahkan dengan tujuan melindungi para warga AS dan properti, jika perlu, dan dilengkapi peralatan tempur." Penggelaran terbaru itu yang Pentagon katakan telah tiba di Irak Ahad menambah jumlah tentara AS dan pasukan keamanan menjadi 800 personil, setelah kemajuan mendadak gerilyawan Sunni yang menewaskan hampir 2.000 orang bulan ini. Sementara itu pasukan Irak terus melakukan serangan balasan Senin terhadap kota Tikrit yang kampung halaman mantan presiden Saddam Hussein, salah satu dari sejumlah kota besar dan kecil yang dikuasai para petempur yang dipimpin kelompok gerilyawan garis keras Negara Islam Irak dan Levant (ISIL). Seorang perwira militer mengatakan pasukan menguasai bagian-bagian dari daerah-daerah pinggiran kota itu, sekitar 160km utara Baghdad, yang para gerilyawan rebut pada 11 Juni. Konflik itu mengakibatkan ratusan ribu orang mengungsi dan meningkatkan tekanan pada Perdana Menteri Nuri al-Maliki. Usaha Maliki untuk memangku masa jabatan ketiganya terganggu akibat serangan itu dan ia tidak lagi dianggap sebagai unggulan apabila parlemen baru yang dipilih April lalu menyelengarakan sidang pembukaannya Selasa. Para pemimpin dunia dan pengeritik-pengeritik terkemuka mendesak para pemimpin Irak bersatu dan segera membentuk satu pemerintah tetapi walaupun mendesak, para politisi memperingatkan bahwa proses memilih perdana menteri baru dapat berlangsung lebih dari sebulan. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
