
Prabowo Surati Guru Minta Doa Restu

Gunung Kidul, (Antara) - Calon Presiden Prabowo Subianto mengirim ribuan surat pribadi kepada guru dan pegawai di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, yang isinya meminta doa restu. Salah seorang guru penerima Priharmono di Gunung Kidul, Senin, mengaku menerima surat pribadi dari Prabowo Subiyanto pada Sabtu (21/6). "Suratnya biasa meminta dukungan, mirip yang dikirimkan Aburizal Bakrie beberapa waktu yang lalu," kata Priharmono. Surat pribadi sebanyak 12.100 surat melalui kantor pos, yang diterima dua kali oleh Kantor Pos Wonosari 19 Juni sebanyak 7700 lembar dan 20 Juni sebanyak 4400 lembar. Dalam surat yang bertanggal 6 Juni, Prabowo meminta doa restu untuk maju dalam pemilihan presiden mendatang. Selain itu ada visi dan misi berjanji untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, memajukan pendidikan serta pemberdayaan ekonomi kecil dan menengah. Meski menerima surat pribadi, Priharmono mengatakan dirinya mengaku netral dalam pemilihan presiden karena sebagai seorang PNS, dan tidak terpengaruh. "Sebagai seorang PNS harus netral, dan soal memilih itu nanti," kata dia. Kepala Sekolah SMK 2 Wonosari, Sangkin mengatakan hampir semua guru dan pegawai yang berjumlah 170 orang mendapatkan surat pribadi nomor urut satu tersebut. "Suratnya sudah diberikan kepada seluruh pegawai dan guru," kata dia. Sementara itu, ditemuai terpisah, Manajer Operasional Kantor Pos Wonosari, Wedha Wijayanto mengatakan ribuan surat tersebut langsung dikirim ke sekolah tujuan pada Sabtu (21/6). "Sampai saat ini belum ada surat kembali,"katanya. Dia mengatakan tujuan surat yang diterima Pos Wonosari 19 Juni sebanyak 7700 lembar dan 20 Juni sebanyak 4400 lembar, tersebut mirip yang dikirim Aburizal Bakrie beberapa waktu yang lalu. Divisi Pengawasan Panwaslu Gunung Kidul, Budi Haryanto mengatakan sampai saat ini belum mengetahui apakah surat tersebut menyalahi aturan atau tidak. "Akan dibahas dalam rapat," katanya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
