
Lima Statistik Piala Dunia Selama Sepekan

Natal, Brazil, (Antara/Reuters) - Sejumlah pertandingan pembukaan grup Piala Dunia menghasilkan beberapa momen pemecahan rekor dalam suatu awal yang gemilang bagi turnamen akbar bergengsi sepak bola tersebut. Berikut lima momen tersebut: 1. Sebanyak 16 pertandingan pertama menghasilkan 49 gol, yang berarti rata-rata tercipta 3,06 gol pada setiap pertandingan. Pesta gol itu membuat Piala Dunia ini menjadi salah satu Piala Dunia yang paling menarik dalam ingatan dan masih berada di jalurnya untuk menjadi Piala Dunia dengan pencetakan skor tertinggi sejak putaran final 1958 finals di Swedia yang rata-rata tercipta 3.60 gol. Tuan rumah Brazil membantu peningkatan jumlah gol dengan kemenangan 3-1 saat melawan Kroasia di laga pembukaan sementara kemenangan 4-0 Jerman atas Portugal dalam laga pembuka grup menambah jumlah gol itu. Hingga kini Belanda masih menjadi tim yang paling banyak menyarangkan bola dalam satu pertandingan, dengan membantai Spanyol 5-1 dalam pertandingan dengan skor tertinggi. Hanya satu pertandingan yang hingga kini berakhir tanpa gol yakni pada laga Iran melawan Nigeria. Piala Dunia 1998 di Prancis menghasilkan 171 gol, yang paling banyak secara menyeluruh dalam suatu turnamen. - - - 2. Clint Dempsey mencetak gol tercepat tercipta pada Piala Dunia. Kapten Timnas AS itu mengguncang Ghana dengan membobol gawangnya pada saat pertandingan baru berlangsung 30 detik ketika dia melepaskan tembakan kaki-kirinya ke gawang Ghana dalam laga pembuka Grup G mereka. Gol tercepat tercipta itu, yang masih di bawah kecepatan gol Bryan Robson dengan 27 detik bagi Inggris di tahun 1982 dan di atas kecepatan tembakan Emile Veinante yakni 35 detik bagi Prancis tahun 1938, juga membuat Dempsey menjadi pemain pertama Amerika yang berhasil mencetak gol dalam tiga Piala Dunia. Gol paling cepat tercipta itu pada satu Piala Dunia dicetak saat pertandingan baru berlangsung 11 detik oleh pemain Turki Hakan Sukur saat melawan tuan rumah Korea Selatan pada Piala Dunia 2002 dalam pertandingan perebutan tempat-ketiga. - - - 3. Enam tim menang setelah tertinggal gol dalam 16 pertandingan pertama. Aksi naik-turun menunjukkan bahwa unggul dengan mencetak gol lebih dulu belum tentu aman. Brazil tertinggal gol akibat gol bunuh diri yang menguntungkan Kroasia untuk mengawali turnamen itu namun berjuang untuk bangkit melawan guna memetik kemenangan 3-1. Juara dunia Spain membuka skor lewat tendangan penalti Xabi Alonso sebelum Robin Van Persie memimpin perlawanan Belanda untuk meraih kemenangan. Costa Rica memperbaiki diri untuk mengguncang Uruguay, Swiss juga bangkit untuk mengalahkan Ekuador pada menit kritis dan Pantai Gading mengamuk untuk mengalahkan Jepang yang unggul lebih dulu. Belgia juga membangun serangan gencar untuk menang melawan Aljazair. - - - 4. Jerman menjadi tim pertama yang berhasil mencatat memainkan 100 pertandingan dalam ajang Piala Dunia. Germany menjadi tim pertama yang memainkan 100 pertandingan saat juara tiga-kali Piala Dunia itu membukukan kemenangan 4-0 terhadap Portugal. Jerman juga memiliki catatan 61 kemenangan, 19 hasil imbang dan 20 kekalahan dengan mencetak 210 gol dan kemasukan 117 gol. mereka menjuarai Piala Dunia tahun 1954, 1974 dan 1990. - - - 5. Juergen Klinsmann mempertahankan prestasinya untuk tidak terkalahkan pada hari pembukaan pertandingan Piala Dunia. Pelatih Timnas AS Klinsmann mempertahankan rekornya untuk selalu menang di pertandingan pembukaan pada setiap Piala Dunia yang diikutinya baik sebagai seorang pemain maupun pelatih setelah menang 2-1 saat melawan Ghana. Klinsmann pernah bermain di Timnas Jerman pada Piala Dunia 1990, 1994 dan 1998 serta mengantarkan timnas itu sebagai pelatih ke tempat ketiga pada Piala Dunia 2006 di negaranya. (*/jno)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
