Logo Header Antaranews Sumbar

Amos: Ukraina Belum Hadapi Krisis Kemanusiaan

Selasa, 17 Juni 2014 10:49 WIB
Image Print

PBB, AS, (Antara/AFP) - Situasi di Ukraina timur telah memburuk, tetapi belum menjadi krisis kemanusiaan, kata Kepala kemanusiaan Perserikatan Bangsa Bangsa Valerie Amos kepada Dewan Keamanan, Senin, menurut para diplomat Barat. Amos menghadiri pertemuan tertutup dewan melalui konferensi video dari Jenewa, atas permintaan Rusia, yang menjabat ketua bergilir untuk bulan Juni. Duta Besar Rusia Vitaly Churkin, dalam sambutannya kepada wartawan, menggambarkan situasi yang "terus memburuk," dan ia mencela"penggunaan sembarangan kekuatan oleh angkatan bersenjata Ukraina." Dia mencatat serangan terhadap rumah sakit dan mengatakan jumlah pengungsi (Ukraina) di Rusia, "selama 10 hari terakhir, mencapai 60.000." Amerika Serikat, Prancis, dan Inggris mempertingkan angka-angka tokoh Rusia itu, kata para diplomat Barat, sementara Amos memperkirakan bahwa hanya 4.600 warga Ukraina yang secara resmi meminta suaka di Rusia. Amos memperingatkan bahwa, "jika tidak ada penyelesaian politik, kita bisa menghadapi krisis kemanusiaan," menurut para diplomat. Churkin menekankan bahwa Rusia akan terus berupaya Dewan Keamanan mengadopsi resolusi tentang situasi kemanusiaan di Ukraina, dan bahwa Moskow telah memperbarui proposal, semula disajikan pada awalJuni. Rancangan resolusi, yang sangat dingin diterima oleh negara-negara Barat, menyerukan segera diakhirinya kekerasan, gencatan senjata yang berkelanjutan dan keterlibatan lebih besar PBB dalam upaya menengahi solusi. Rancangan baru memperhitungkan beberapa kritik Barat dan "membuat referensi dengan prinsip-prinsip dasar hukum internasional, seperti kedaulatan dan integritas teritorial, untuk menarik dukungan dari semua anggota," kata Churkin. Dia juga mengatakan, ia "kecewa" bahwa dewan tidak mengeluarkandeklarasi mengutuk serangan baru-baru ini terhadap kedutaan Rusia di Kiev, dan mengatakan teks itu "diblokir oleh delegasi Lithuania." (*/sun)



Pewarta:
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026