
Pasukan Irak Bentrok dengan Gerilyawan di Utara Baghdad

Baquba, Irak, (Antara/AFP) - Pasukan Irak bentrok dengan kelompok gerilyawan yang maju di kota Baquba, hanya 60 kilometer (40 mil) dari utara Baghdad, Jumat, ketika serangan yang dipelopori para pelaku jihad mendekat ke ibu kota. Pasukan keamanan memerangi gerilyawan di pinggiran Muqdadiyah, 35 kilometer (23 mil) timur laut Baquba, kata polisi dan tentara. Baquba adalah Ibu kota Provinsi Diyala, yang campuran antara warga Arab dan Kurdi, Sunni dan Syiah, dan penduduk telah membuatnya menjadi buah bibir untuk kekerasan sejak invasi pimpinan AS pada 2003. Para gerilyawan telah merebut dua ibu kota provinsi pekan ini -Tikrit di Provinsi Salehuddin dan kota kedua Mosul di Provinsi Nineveh. Wakil Gubernur Diyala, Furat al-Tamimi, mengatakan pasukan keamanan Kurdi berada dalam mengendalikan kabupaten Saadiyah dan Jalawla di provinsi itu setelah tentara Irak mundur. Para komandan Kamis malam mengatakan bahwa dua daerah berada di tangan gerilyawan Arab Sunni. Serangan kilat yang diluncurkan gerilyawan di Mosul Senin malam telah memperbolehkan Kurdi Irak untuk mengambil kendali wilayah luas yang disengketakan, termasuk Kota Kirkuk, bahwa Baghdad telah lama menentang mereka menambah wilayah otonomi mereka di utara. Presiden Barack Obama mengatakan Washington sedang memeriksa "semua opsi" untuk membantu pasukan keamanan Irak yang terkepung melakukan ofensif, yang dipelopori oleh Negara Islam Irak dan Levant (ISIL). Washington telah menemukan penyebab umum langka dengan musuh lamanya Tehran, dengan keduanya menyuarakan cemas terhadap para ekstremis Sunni dan berjanji untuk meningkatkan bantuan kepada pemerintah yang dipimpin Syiah itu. Juru bicara ISIL, Abu Mohammed al-Adnani, bersumpah bahwa para pejuangnya akan menekan ke ibu kota dan, lebih jauh ke selatan, ke kota suci Syiah Karbala, yang dikunjungi oleh jutaan peziarah dari seluruh dunia setiap tahunnya. (*/sun)
Pewarta: Inter
Editor: Inter
COPYRIGHT © ANTARA 2026
