
Korban Penyakit DBD di Pasaman Barat Bertambah

Simpang Ampek, (Antara) - Korban terserang penyakit demam berdarah (DBD) di Kabupaten Pasaman Barat semakin bertambah. Enam orang dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jambak dan satu orang dirujuk ke Rumah Sakit Yos Sudarso Padang. "Jika sebelumnya tiga orang yang masih dirawat, saat ini bertambah menjadi tujuh orang," kata Direktur RSUD Jambak Pasaman Barat, Drg. Bry F Kananda di Simpang Ampek, Kamis. Ia menjelaskan diantara pasien yang masih mendapatkan perawatan di RSUD tersebut adalah Eli Espida, warga Jambak Kecamatan Luhak Nan Duo, ia dirawat sejak Senin (2/6). Selanjutnya Meli, warga Kaplingan Panjaitan PT Agrowiratama Kecamatan Sungai Aua yang masuk dirawat sejak Kamis (5/6), Emiwati warga Ampek Koto Kecamatan Kinali masuk RSUD sejak Selasa (3/6). Selanjutnya Elfielias warga Padang Hijau Jambak yang dirawat sejak Rabu (4/6) dan Anggina warga Simpang Tigo Kecamatan Luhak Nan Duo, masuk dirawat sejak Selasa (3/6). "Secara keseluruhan korban DBD sejak dua bulan terakhir mencapai 22 orang," katanya. Sedangkan pasien yang dirujuk ke RS Yos Sudarso Padang adalah Nur Alifah (35) warga Jambak Kecamatan Luhak Nan Duo. "Adik saya dirawat Rumah Sakit Yos Sudarso Padang sejak Selasa (3/6) dan telah menghabiskan 10 kantong darah. Sebelumnya ia mendapat perawatan di Rumah Sakit Islam Yarsi Ibnu Sina Simpang Ampek," kata kakak korban, Katren. Direktur RSUD Jambak, Bry F Kananda menjelaskan pihaknya siap memberikan pelayanan maksimal kepada pasien yang terserang DBD. "Tugas kami untuk melayani setiap pasien yang masuk ke RSUD. Laporan secara lisan maupun tertulis telah kami sampaikan ke pimpinan," katanya. Wakil Bupati Pasaman Barat, Syahrul Dt Marajo saat mendapatkan informasi DBD mewabah di Pasaman Barat sangat terkejut dan langsung turun tangan melihat korban ke RSUD. Ia langsung memanggil Kepala Dinas Kesehatan, Lazwardi ke RSUD namun karena sedang dinas luar hanya beberapa stafnya yang datang. Wakil Bupati langsung melakukan rapat kilat membahas penanganan kasus DBD dengan mengumpulkan Dinas Kesehatan beserta staf dan Direktur RSUD Drg. Bry F Kananda dengan seluruh stafnya. "Saya prihatin dengan kejadian ini dan dinas terkait harus mengambil langkah penanganan cepat sehingga tidak ada korban baru," tegasnya. Ia mengimbau agar segera lakukan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat bahaya DBD. Lakukan penyemprotan fogging terhadap daerah endemis DBD tersebut. "Dinas Kesehatan jangan lengah dan "tidur" saja tetapi tingkatkan koordinasi dengan puskesmas dan rumah sakit yang ada. Lakukan penanganan cepat karena jika tidak akan bermunculan korban baru," tegasnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Pasaman Barat, Syamsul Bahri sangat menyayangkan tindakan yang lambat oleh Dinas Kesehatan dengan banyaknya kasus DBD di Pasaman Barat. "Lakukan pengasapan atau fogging nyamuk di daerah endemis DBD. Jangan biarkan korban berjatuhan dan lakukan antisipasi cepat," sebutnya. Sebelumnya 15 orang yang dirawat pada bulan Mei 2014 sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya sudah kembali normal setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUD. Dari hasil laboratorium terhadap pasien tersebut dipastikan positif mengidap DBD. Masyarakat yang mengidap DBD tersebut berasal dari daerah Jambak Kecamatan Luhak Nan Duo, Sukamenanti Kecamatan Pasaman dan Kecamatan Kinali. Kepala Dinas Kesehatan Pasaman Barat, Lazwardi sebelumnya membantah adanya pasien yang positif DBD. "Kami belum mendapat laporan dari RSUD tentang pasien DBD. Sebelumnya kami telah melakukan pengasapan atau fogging di sejumlah daerah di Pasaman Barat," jelasnya. (*/alt)
Pewarta:
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
