Pengamat: Sulit bagi Demokrat Usung Capres Sendiri
Minggu, 27 April 2014 22:22 WIB
Jakarta, (Antara) - Pengamat politik Said Salahudin mengatakan Partai Demokrat akan kesulitan apabila tetap "ngotot" mengusung calon presiden sendiri karena akan mudah diserang dengan isu korupsi, terutama setelah sejumlah fungsionarisnya terlibat kasus rasuah.
"Citra Demokrat sebagai parpol korup masih melekat di benak publik. Apalagi keluarga Cikeas mulai disebut-sebut terkait dengan sejumlah kasus korupsi," kata direktur Sinergi Masyarakat untuk Demokrasi Indonesia (Sigma) Said Salahudin saat dikonfirmasi dari Jakarta, Minggu.
Menurutnya, beberapa nama bekas fungsionaris Demokrat dapat terus menjadi bahan kampanye negatif dari lawan politik partai berlambang bintang mercy itu. Di antaranya seperti adalah mantan Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, Nazaruddin (mantan Bendahara Umum PD) dan Andi Mallarangeng (Sekretaris Dewan Pembina PD ).
Sementara itu, Said mengatakan Partai Demokrat kali ini sudah kehilangan figur sentral. Salah satu sebabnya, Susilo Bambang Yudhoyono sudah tidak memiliki nilai tawar yang tinggi jika dibandingkan dengan dua edisi pemilu sebelumnya. Singkatnya, profil SBY di hadapan publik telah meluntur.
"Dia memang masih menjabat sebagai presiden, tetapi sebentar lagi dia hanya akan menjadi bekas presiden. Kadar ketokohannya sudah mulai memudar dan itu berimplikasi terhadap menurunnya pengaruh SBY di mata partai politik lainnya."
"Dalam konteks itulah SBY dan Partai Demokrat agak sulit untuk memposisikan diri sebagai koordinator atau pemimpin koalisi yang bisa mengatur parpol lain sebagai anggota koalisi," katanya.
Meski begitu, Said melihat masih ada Anies Baswedan yang bisa menjadi maju menjadi capres atau setidaknya cawapres dari Demokrat.
"Satu-satunya yang punya elektabilitas bagus dari Demokrat hanyalah Anies Baswedan. Tetapi masalahnya derajat elektabilitas Anies belum mencukupi untuk posisi capres, tetapi boleh jadi efektif untuk posisi cawapres. Jadi, andaikan Anies dimajukan sebagai pendamping Jimly Asshiddiqie atau Abraham Samad, misalnya, maka duet itu cukup spektakuler dan bisa menghentak peta pencapresan," katanya. (*/WIJ)
Pewarta : 34
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Cuaca masih sulit diprediksi, Gubernur Mahyeldi imbau masyarakat tetap waspada
06 January 2026 17:58 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018