Beijing, (Antara) - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan menempati urutan teratas dalam hasil penghitungan kertas suara via pos di Hongkong dan Makau pada Senin. Konsul Muda Penerangan dan Sosial Budaya KJRI Hongkong Sam Aryadi ketika dihubungi Antara di Beijing, mengemukakan jumlah kertas suara yang dikirimkan kepada WNI dan TKI di Hongkong dan Makau sekitar 16.730. "Dari jumlah itu yang kembali sekitar 11.555 surat suara,¿ ungkapnya. Dari 11.555 surat suara yang dikirimkan kembali ke PPLN Hongkong dan Makau, tercatat PDIP berada di urutan pertama dengan perolahan suara 5.429 atau sekitar 47 persen, disusul Partai Kebangkitan Bangsa dan Golongan Karya masing-masing dengan 1.034 dan 1.015 suara. Sebelumnya, dalam penghitungan kertas suara di TPS tercatat 6.583 suara dengan hasil Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Gerindra, dan Partai Amanat Nasional menjadi tiga partai teratas dalam pemilu anggota legislatif 2014 di Hongkong dan Makau. Dari jumlah suara di TPS pada pemilu anggota legislatif di Hongkong dan Makau yang diselenggarakan pada 30 Maret 2014, PDIP meraih 3.561 suara atau sekitar 54,1 persen dari keseluruhan suara. Disusul Partai Gerindra dan PAN dengan perolehan suara sama, yakni masing-masing 450 suara atau sekitar 6,8 persen. Sementara itu, PKB yang diprediksi unggul, ternyata hanya mampu meraih suara 716, disusul Golkar dengan 429 suara, serta PKS 342 suara. Secara umum, dari 102 ribu-an pemilih yang tercatat di DPT PPLN Hongkong dan Makau hanya 18.138 suara yang terkumpul dan berhasil dihitung. Hasil penghitungan surat suara via pos itu akan segera dikirimkan PPLN Hongkong dan Makau ke Komisi Pemilihan Umum. Untuk penghitungan surat suara via pos di Beijing, Shanghai dan Guangzhou akan dilakukan pada Senin sore atau pada Selasa (15/4).(*/sun)