Pengamat: Duet Jokowi-JK Sulit Terwujud
Senin, 14 April 2014 11:14 WIB
Jakarta, (Antara) - Pengamat politik dari Universitas Indonesia Boni Hargen mengatakan duet capres-cawapres antara Joko Widodo atau Jokowi dengan Jusuf Kalla (JK) sulit terwujud karena tiga hal yang menjadi alasan bagi PDI Perjuangan.
"Saya melihat ada tiga hal mengapa jangan JK yang dipasangkan dengan Jokowi. Pertama, JK merupakan atau pernah menjadi bagian dari pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono," ujar Boni Hargen di Jakarta, Senin.
Menurut Boni, ketika JK menjabat sebagai wakil presiden, PDIP menjadi sasaran dan kadernya dibongkar semua.
"Apalagi, saat JK menjadi wapres, posisi PDIP adalah oposisi. Jadi motivasi JK ingin menjadi cawapres pendamping Jokowi dicurigai bertujuan mencari kekuasaan," ujar dia.
Kedua, ia mengatakan, bahwa perusahaan yang bernaung di bawah Kalla Grup, menjadi bertambah besar ketika JK menjabat wapres dan Ketua Umum Partai Golkar pada masa lalu.
"Ketika nanti JK jadi wapres lagi, dikhawatirkan bisa lebih dominan dari presidennya," kata dia.
Ketiga, ia menegaskan bahwa JK masih resmi sebagai petinggi Partai Golkar. Karena itu dengan JK ingin jadi cawapres bisa menjadi pintu masuk bagi Golkar untuk kembali ke dalam kekuasaan.
"Saya kira Golkar perlu belajar dengan menjadi oposisi atau di luar pemerintahan," ujar dia.
Ia mengatakan kalau PDI Perjuangan mempertimbangkan karakter Jokowi yang benar-benar tulus dalam orientasi kerja, maka JK sebaiknya tidak dijadikan cawapres pendamping Jokowi.
Sejumlah nama dikabarkan masuk nominasi menjadi cawapres pendamping Jokowi antara lain Jusuf Kalla, Hatta Rajasa, Mahfud MD dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok).
Salah satu nama tersebut yang sedang ramai dibicarakan ingin menjadi cawapres pendamping Joko Widodo adalah petinggi Partai Golkar yang juga mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pengamat: Wacana duet Ganjar-Anies Baswedan solusi konsolidasi nasional
23 August 2023 20:28 WIB, 2023
Alonso tercepat di FP2 GP Bahrain kalahkan duet tim Red Bull Verstappen dan Sergio Perez
04 March 2023 6:20 WIB, 2023
Liga Prancis, Duet Mbappe dan Lionel Messi bawa PSG menang 3-0 atas Marseille
27 February 2023 8:16 WIB, 2023
Kalah telak dari Red Bull dan Mercedes, duet Ferrari berdalih karena balapan di ketinggian
01 November 2022 6:12 WIB, 2022
Demokrat Sumbar nilai duet Anies-AHY untuk Perubahan dan Perbaikan Bangsa
08 October 2022 15:51 WIB, 2022
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018