Padang, (Antara) - Universitas Andalas (Unand) Padang segera merampungkan gedung perkuliahan ramah gempa pada tahun ini yang pembangunannya telah dimulai sejak 2013. "Gedung ini telah dibangun sejak 2013 lalu dan rencananya akan segera rampung pada 2014 ini, " kata Rektor Unand Werry Darta Taifur dalam Rapat Evaluasi Kinerja 2013 dan Rencana Kerja 2014 di Padang, Senin. Dia menyebutkan, selain mampu menampung mahasiswa hingga 25 kelas, beberapa fasilitas untuk evakuasi bencana gempa bumi telah dipersiapkan dalam bangunan ini. Beberapa fasilitas utama antara lain jalur evakuasi tercepat dan lorong bagi orang cacat. Selain itu juga ada tempat berupa lingkaran sebagai titik evakuasi pada saat bencana. Di samping itu, katanya, tentunya pembangunan gedung ini juga telah memenuhi syarat standar bangunan anti gempa. Lebih lanjut katanya, selain gedung perkuliahan ramah gempa ini, pada tahun ini Unand juga akan membangun fasilitas lain, antara lain pembangunan gedung farmasi, gedung pusat bank, renovasi Masjid Nurul Ilmi, renovasi gedung perpustakaan Unand, dan mulainya pembangunan rumah sakit pendidikan Unand. Khusus untuk perpustakaan Unand, pada tahun lalu renovasi gedung telah rampung namun ada beberapa tambahan pada tahun ini. Salah satunya yakni penambahan tangga yang terbuka pada tiap-tiap lantai. "Ini dikarenakan fasilitas tangga saat ini masih mendapat keluhan dari beberapa pengguna pustaka," katanya. Selain itu, imbuhnya, fasilitas "American Corner" atau pojok Amerika yang telah dicanangkan sejak tahun lalu akan lebih disempurnakan. Hal ini untuk lebih menunjang para pengguna pustaka yang memiliki kepentingan tentang Amerika Serikat. "Rencananya biaya yang akan dialokasikan dalam renovasi pustaka tahun ini mencapai Rp1 miliar. Ini termasuk rencana dalam penambahan jumlah koleksi buku pustaka, Jurnal dan makalah ilmiah lainnya," katanya. Dia berharap gedung pustaka ini telah memenuhi kriteria tingkat internasional sehingga berguna untuk meningkatkan pamor Unand di mata dunia. (*/den/jno)