Simpang Empat (ANTARA) - Kepolisian Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat, mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pencurian ternak menjelang Idul Adha 1447 Hijriah seiring meningkatnya kebutuhan hewan kurban.
"Kepada para peternak maupun penjual hewan kurban untuk meningkatkan pengamanan serta pengawasan di kandang ternak khususnya pada malam hari," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto didampingi Kepala Bagian Ops Kompol Fahrel Haris di Simpang Empat, Sabtu.
Ia mengatakan pengawasan kandang perlu diperketat dengan memastikan lokasi mudah dijangkau dan dalam keadaan terkunci untuk mempersempit ruang gerak pelaku pencurian.
Kompol Fahrel Haris mengatakan pihaknya telah melakukan peninjauan di Pasar Ternak Simpang Tiga Ophir, Kecamatan Luhak Nan Duo, pada Jumat (22/5).
Ia menyebutkan peningkatan permintaan hewan kurban menjelang Idul Adha berpotensi diikuti meningkatnya risiko pencurian ternak.
“Polres Pasaman Barat dan polsek jajaran terus melaksanakan patroli secara preventif di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Idul Adha,” ujarnya.
Ia juga mengimbau masyarakat membeli hewan kurban dari tempat penjualan resmi atau sumber yang jelas dan berlegalitas.
Menurut dia, masyarakat dapat menghubungi layanan Polres Pasaman Barat melalui nomor 110 yang tersedia selama 24 jam apabila menemukan gangguan keamanan.
Polres Pasaman Barat bersama Dinas Perkebunan dan Peternakan memastikan ketersediaan serta kesehatan hewan kurban agar layak dikonsumsi masyarakat.
"Dari hasil peninjauan dilapangan, ketersediaan hewan kurban jelang Idul Adha tahun ini masih mencukupi dan tidak ditemukan adanya gangguan kesehatan terhadap hewan kurban," sebutnya.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Pasaman Barat, Afrizal, mengatakan pihaknya telah menurunkan petugas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban.
Ia menyebutkan jumlah hewan kurban pada Idul Adha 1447 Hijriah belum dapat dipastikan. Sebagai perbandingan, pada 2025 tercatat 3.149 ekor hewan kurban, terdiri atas sapi 2.761 ekor, kerbau 68 ekor, dan kambing 320 ekor.
Sementara itu, proyeksi hewan kurban tahun ini diperkirakan mencapai 3.465 ekor, terdiri atas sapi 3.040 ekor, kerbau 75 ekor, dan kambing 350 ekor.