Padang (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mampu memproduksi rata-rata 7.000 pasang sandal setiap bulannya dalam kegiatan pembinaan bagi narapidana di Lapas setempat.

"Program pembuatan sandal hotel adalah salah satu program kerja unggulan Lapas Padang yang melibatkan narapidana sebagai sumber daya manusianya," kata Kepala Lapas Padang Ronaldo Devinci Talesa di Padang, Kamis.

Ia mengatakan produk sandal buatan "Bang napi" itu kini telah beredar di beberapa hotel dan rumah sakit ternama di Padang dan Bukittinggi.

Ia menjelaskan seluruh proses produksi melibatkan para warga binaan yang telah memperoleh pelatihan keterampilan sebagai tenaga kerjanya.

Mulai dari pemilihan bahan, pemotongan, proses perakitan hingga tahap finishing yang tetap diawasi dan dibimbing oleh petugas.

"Petugas melakukan kontrol secara rutin untuk menjaga kualitas produk, sehingga sandal yang diproduksi memiliki standar yang nyaman, rapi, dan berkualitas tinggi," katanya.

Ronaldo menerangkan program sandal hotel tidak hanya sebatas pembekalan kemandirian dan keterampilan kerja bagi para warga binaan.

Lebih dari itu, aktivitas tersebut juga membuka kesempatan bagi warga binaan untuk memperoleh penghasilan tambahan meskipun sedang dalam penjara menjalani masa hukuman. 

Lapas Padang berharap lewat pembinaan itu warga binaan mampu menumbuhkan semangat kerja, rasa tanggung jawab, serta kesiapan untuk kembali menjalani kehidupan yang mandiri dan produktif di tengah masyarakat.

"Keberhasilan produksi sandal ini menjadi bukti bahwa pembinaan di Lapas Padang tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter, tetapi juga mampu menghadirkan program produktif yang bermanfaat nyata bagi warga binaan dan masyarakat luas," katanya. 

Ia mengatakan bergulirnya program pembuatan sandal itu sejalan dengan program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan yang menginginkan pembinaan kemandirian yang produktif dan berdampak nyata.

"Kami akan terus mengembangkan kegiatan usaha sandal ini untuk mencari pasar-pasar baru, sehingga hasil produksi warga binaan bisa terpakai dan bernilai ekonomi," jelasnya.

Lapas Padang terbuka bagi pihak swasta atau badan usaha yang ingin menyerap sandal buatan warga binaan, pihaknya menjamin kualitas dan keamanan produk.