Lubuk Basung (ANTARA) - Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Provinsi Sumatera Barat, mengerahkan satu unit alat berat jenis ekskavator untuk memperbaikan darurat jalan provinsi menghubungkan Padang Koto Gadang, Kecamatan Palembayan menuju Matur, Kabupaten Agam.

"Alat berat ini kita kerahkan semenjak Senin (3/5) dan alat masih bekerja di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan," kata Koordinator lapangan Dinas BMCKTR Sumbar, Ade Jasmi di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan alat berat diturunkan untuk penanganan sementara agar akses jalan di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan bisa kembali lancar setelah badan jalan terban dampak curah hujan cukup tinggi beberapa hari lalu.

Pengerjaan jalan tersebut sampai arus lalulintas kembali lancar dan selanjutnya menunggu arahan dari dinas setempat.

"Kita mengerahkan alat berat untuk relokasi jalan dalam penanganan sementara agar jalan bisa dilalui kendaraan," katanya.

Ia mengakui ruas jalan provinsi tersebut terban sepanjang lima meter dan lebar tiga meter, sehingga terjadi penyempitan jalan dan dibutuhkan pelebaran dengan membuang dinding perbukitan di daerah itu.

Namun terkendala dengan pembebasan lahan akibat pemilik tidak memberikan izin.

Dengan kondisi itu, jalan hanya bisa dilalui kendaraan roda enam dengan berat muatan sekitar empat ton.

Untuk itu, ia mengimbau pengendara untuk sabar melewati ruas jalan tersebut, karena badan jalan sempit.

Apalagi saat curah hujan cukup tinggi diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terjadinya tanah longsor maupun jalan terban.

"Ini harus dilakukan karena potensi longsor di daerah tersebut masih tinggi," katanya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Agam, Ofrizon menambahkan Pemkab Agam sedang melakukan pembebasan lahan untuk pengalihan trase jalan.

"Jalan harus dialihkan ke arah tebing, karena jalan terban dengan ketinggian sekitar 10 meter," katanya.

Sebelumnya, badan jalan tersebut terban dan dinding perbukitan terjadi longsor akibat curah hujan tinggi, sehingga jalan terputus total pada 30 Desember 2025.

Badan jalan tersebut sudah beberapa kali terban dampak curah hujan melanda daerah itu.

Jalan di Ngungun, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan terban dan dinding longsor terjadi setelah banjir bandang melanda Agam pada 27 November 2025.

"Ada lima titik ruas jalan provinsi tersebut terban dampak bencana hidrometeorologi melanda daerah itu dan kita telah mengusulkan ke Dinas BMCKTR Sumbar," katanya