Lubukbasung (ANTARA) - Sebanyak 10 warga Matua Katiak, Nagari Matua Hilia, Kecamatan Matua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat berlindung di dalam pondok selama empat jam saat harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) mendatangi mereka yang sedang bekerja di sawahnya, Selasa.
"Kami berlindung di dalam pondok dari pukul 13.00 WIB-16.00 WIB, saat harimau sumatra mendekati kami," kata salah seorang warga Matua Hilia, Suardi di Lubuk Basung, Selasa.
Ia mengatakan satwa dilindungi itu pertama kali muncul di jalan menghubungkan sawah warga menuju pemukiman.
Melihat harimau itu, salah seorang warga mencoba mengambil ternak berupa kerbau tidak jauh dari lokasi pondok tersebut.
Setelah itu, kerbau langsung menuju ke depan pondok dengan jarak sekitar 100 meter dari jalan.
"Kami berlindung di pondok sampai petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar sampai lokasi, karena sudah ada warga yang melaporkan ke pemukiman terkait kondisi itu," katanya.
Sementara Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra menambahkan petugas BKSDA Sumbar melalui Resor Konservasi Wilayah II Maninjau bersama Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Salareh Aia, anggota Koramil Matua, Polsek Matua dan masyarakat turun ke lokasi.
"Sesampai di lokasi, satwa dilindungi masih berada di lokasi dan kami mencoba untuk mengusir agar warga bisa dievakuasi ke tempat yang aman," katanya.
Ia menambahkan BKSDA Sumbar mendapatkan laporan kejadian itu dari pemerintah nagari sekitar pukul 15.00 WIB, saat melakukan penanganan konflik di Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur atau nagari tetangga.
Mendapatkan laporan itu, pihaknya langsung menunjuk lokasi tersebut untuk mengevakuasi warga setempat.
"Kami sedang melakukan penanganan konflik di nagari tetangga semenjak Sabtu (2/5) dan saat kejadian di Matua Katiak, kami dalam kondisi tidak ada jaringan," katanya.
Ia mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun dengan cara tidak sendirian ke kebun, melakukan aktivitas di kebun dari pukul 09.00-16.00 WIB, mengandangkan ternak dan lainnya.