Pariaman (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Pariaman, Sumatera Barat memperkuat langkah mitigasi bencana untuk menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami melalui penyusunan cetak biru atau 'blueprint' mitigasi serta pemanfaatan teknologi peringatan dini guna meminimalisir terjadinya korban. 

"Saya sudah memerintahkan BPBD untuk membuat 'blueprint' mitigasi bencana. Nantinya ini akan kami sampaikan ke Bappenas dan BNPB mengingat kondisi daerah yang memang rentan bencana," kata Wali Kota Pariaman, Yota Balad, di Pariaman, Selasa.

Ia mengatakan bahwa cetak biru tersebut akan mencakup pemetaan jalur evakuasi dan titik-titik tempat evakuasi yang lebih tertata bagi masyarakat.

Selain perencanaan, kata dia Kota Pariaman kini juga telah dilengkapi dengan teknologi 'High Frequency Radar' atau HF Radar yang merupakan hibah dari Pemerintah Prancis melalui BMKG senilai Rp30 miliar.

"Alat ini berfungsi sebagai alarm. Ketika terjadi gempa, sekitar tiga puluh detik sebelum getaran terasa, alarm sudah berbunyi sebagai peringatan dini. Begitu juga jika ada potensi tsunami," katanya.

Adapun lokasi penempatan alat tersebut yaitu di Pantai Taman Anas Malik yang juga merupakan salah satu kawasan objek wisata di Pariaman. 

Seiring dengan penyusunan catak biru mitigasi dan pemanfaatan teknologi tersebut, Pemkot Pariaman juga terus meningkatkan pemahaman warga terkait kebencanaan serta evakuasi mandiri sehingga mereka dapat menyelamatkan diri ketika terjadi bencana. 

"Harapan kami Kota Pariaman jauh dari bencana. Namun, seandainya terjadi, langkah antisipasi dan evakuasi sudah kita siapkan sedini mungkin," tambah Yota.

Terpisah, Sekretaris Utama (Sestama) BNPB Rustian saat meninjau pembangunan Rumah Hunian Tetap (Huntap) di Pariaman pada Jumat (1/5) menekankan terkait pentingnya pemerintah yang daerahnya rawan terjadi gempa dan tsunami agar meningkatkan sistem mitigasi bencana.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya konstruksi bangunan rumah yang ramah gempa bumi agar bencana tersebut tidak saja tidak berdampak besar pada bangunan namun juga keselamatan penghuninya.