Kota Padang (ANTARA) - Akademisi sekaligus Wakil Menteri Pendidikan periode 2010-2011 Fasli Jalal menyebut pahlawan nasional asal Sumatera Barat yakni Rahmah El Yunusiyyah merupakan arsitek peradaban pendidikan yang patut dijadikan contoh di era saat ini.
"Rahmah El Yunusiyyah bukan sekadar tokoh pendidikan perempuan, beliau adalah arsitek peradaban," kata dia di Kota Padang, Senin.
Hal tersebut disampaikan Fasli Jalal dalam seminar nasional bertajuk "Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai pahlawan nasional dalam pengembangan pendidikan Indonesia".
Menurut dia, dalam konteks Indonesia hari ini yang menargetkan Indonesia Emas 2045, warisan pemikiran tokoh perempuan sekaligus pendiri Diniyyah Puteri Padang Panjang itu justru menjadi semakin relevan.
Rahmah El Yunusiyyah telah membuktikan satu hal penting yakni mendidik perempuan berarti membangun fondasi peradaban. Titik balik perjuangannya dalam membangun pendidikan ialah saat Rahmah melihat keterbatasan akses pendidikan bagi perempuan.
"Rahmah juga menyadari bahwa perempuan hanya menjadi objek pendidikan, bukan subjek," kata dia.
Dari kondisi tersebut lahirlah kesadaran revolusioner di mana perempuan harus dididik secara sistematis, serius dan setara dalam kualitas. Dengan mendirikan perguruan Diniyyah Puteri Padang Panjang menciptakan karakteristik model pendidikan yang mengacu pada empat poin penting.
Pertama, menggabungkan aspek agama, pengetahuan umum yang dipadukan keterampilan hidup. Kedua, model pendidikannya berbasis perempuan di mana kurikulum disesuaikan dengan peran strategis perempuan. Ketiga, pembentukan karakter sebagai inti, dan terakhir kemandirian perempuan sebagai agen perubahan sosial.
Dalam paparannya, ia turut menyampaikan tantangan pendidikan saat ini di antaranya disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan, krisis moral dan identitas, individualisme ekstrem hingga fragmentasi keluarga.
"Semua ini tentunya berkaitan langsung dengan kualitas perempuan, baik itu sebagai ibu, pendidik pertama serta penjaga nilai keluarga," ujar dia.
Oleh sebab itu, ia menilai model pendidikan Rahmah El Yunusiyyah menjadi semakin relevan sebab di dalamnya terdapat sejumlah pemikiran penting di antaranya terkait ibu sebagai pendidik pertama sekaligus kunci sumber daya manusia unggul serta perempuan sebagai agen moderasi dan stabilitas sosial.
Termasuk pula pendidikan rumah tangga yang mencakup manajemen keuangan, pengasuhan berbasis nilai, pengambilan keputusan serta manajemen konflik yang selama ini sering disalahpahami hanya sebagai pekerjaan kecil saja.
Beberapa model lainnya seperti kebutuhan mubaligah dan ulama perempuan berbasis pendidikan sistematis serta integrasi ilmu agama dan sains dinilai juga sangat relevan dengan tuntutan sumber daya manusia abad 21 serta kebutuhan sains maupun teknologi.
"Jadi sebenarnya jika ingin membangun Indonesia Emas jangan mulai dari universitas maupun industri, melainkan mulailah dari perempuan. Dan jika ingin modelnya, tidak perlu mencari jauh ke luar negeri sebab kita sudah punya warisan besar dari Rahmah El Yunusiyyah," jelasnya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Akademisi sebut Rahmah El Yunusiyyah arsitek peradaban pendidikan