
Pemkot Solok bantu petani optimalkan pengelolaan air hadapi El Nino

Solok (ANTARA) - Pemerintah Kota (Pemkot) Solok, Sumatera Barat membantu para petani untuk mengoptimalkan pengelolaan air dalam rangka mengantisipasi kemungkinan kemarau panjang akibat fenomena El Nino 2026.
Wali Kota (Wako) Solok Ramadhani Kirana Putra di Solok, Senin, mengatakan bahwa pemerintah daerah memahami sepenuhnya kekhawatiran para petani terhadap musim kemarau panjang.
Ia menjelaskan bahwa fenomena El Nino yang diprediksi berlangsung pada April hingga Oktober 2026 berpotensi memicu musim kemarau yang lebih panjang, dengan kondisi cuaca yang lebih kering dan panas dari biasanya.
“Ini harus kita antisipasi bersama. Pemerintah tidak tinggal diam dan akan mengambil langkah konkret untuk menjaga keberlangsungan sektor pertanian,” ujarnya.
Sebagai langkah antisipatif, Pemerintah Kota Solok akan mengoptimalkan pengelolaan sumber daya air melalui perbaikan jaringan irigasi, normalisasi saluran, serta pengaturan distribusi air secara bergilir.
Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan air tetap terjaga di tengah potensi kekeringan. Koordinasi lintas sektor juga terus diperkuat guna memastikan kesiapan infrastruktur pendukung pertanian dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem.
Tak hanya fokus pada infrastruktur, Wali Kota Solok juga mendorong petani untuk mulai beradaptasi dengan perubahan iklim.
Di antaranya melalui penerapan pola tanam yang lebih fleksibel, penggunaan varietas padi tahan kekeringan, serta peningkatan efisiensi penggunaan air.
Peran penyuluh pertanian pun akan dioptimalkan untuk memberikan pendampingan intensif serta solusi teknis bagi petani di lapangan.
Ramadhani juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ini. Ia mengajak seluruh pihak untuk menjaga dan memanfaatkan sumber daya air secara bijak demi keberlangsungan sektor pertanian.
Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Solok berharap dampak El Nino dapat diminimalkan, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dan kesejahteraan petani tidak terganggu meski di tengah ancaman cuaca ekstrem.
Pewarta: Rahmatul Laila
Uploader: Laras Robert
COPYRIGHT © ANTARA 2026
