Lubukbasung (ANTARA) - Tim gabungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat bersama Polri, TNI, Pagari dan masyarakat melakukan evakuasi satu keluarga warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam yang bertemu harimau sumatera (Panthera tigris sumatrae) di kebunnya, Sabtu.
"Kita mengevakuasi pasangan suami istri dan ponakannya dari kebun ke pemukiman dengan jarak sekitar satu kilometer," kata Kepala Resor Konservasi Wilayah II Maninjau BKSDA Sumbar, Ade Putra di Lubuk Basung, Sabtu.
Ia mengatakan suami istri yang dievakuasi tersebut atas nama Samsuir (74), Syafmiati (57) dan ponakannya atas nama Pendi (40) warga Taruyan, Nagari Tigo Balai, Kecamatan Matur, Kabupaten Agam.
Tim gabungan yang berasal dari BKSDA Sumbar, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Patroli Anak Nagari (Pagari) Baringin, Pagari Salareh Aia, perangkat nagari dan masyarakat setempat langsung mengevakuasi satu keluarga tersebut.
Sebelumnya pasangan suami istri tersebut bertemu harimau sumatera saat baru sampai di kebunnya. Tidak begitu lama, Pendi datang ke kebun tersebut.
Dengan kondisi itu, mereka mengamankan diri di pondok tidak jauh dari kebun.
"Saat kami melakukan evakuasi, mereka masih berada di pondok dan langsung dibawa ke pemukiman," katanya.
Ia menambahkan BKSDA Sumbar melalui Resor Maninjau langsung melakukan penanganan berupa pemantauan, identifikasi lapangan, patroli dan lainnya untuk beberapa hari kedepan.
Namun warga diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan saat berada di kebun dengan cara tidak sendirian ke kebun, melakukan aktivitas di kebun dari pukul 09.00-16.00 WIB dan lainnya.
Sementara warga, Samsuir mengatakan pergi ke kebun bersama istri pada pukul 08.00 WIB dan dalam perjalanan banyak ditemui jejak kaki satwa.
Menjelang sampai pondok, istrinya ketemu harimau sumatera dengan jarak sekitar lima meter.
"Istri saya menyampaikan menjauh nyiak atau harimau sembari meminta saya untuk segera membuka pintu pondok dan istri saya gemetaran," katanya.
Ia mengakui harimau bertahan di lokasi kebun sekitar 15 menit dengan jarak dari pondok sekitar 50 meter.
Setelah itu, harimau langsung menghilang dan ia melaporkan kejadian tersebut ke wali jorong setempat.
Namun tidak begitu lama, ponakannya melewati kebunnya saat hendak pergi ke kebunnya dan disampaikan bahwa ada harimau tidak jauh dari pondoknya itu.