Demokrat Ragukan Pernyataan Yulianis Soal Ibas
Jumat, 20 Desember 2013 6:27 WIB
Jakarta, (Antara) - Partai Demokrat meragukan pernyataan mantan Wakil Direktur Keuangan Grup Permai, Yulianis, terkait pemberian uang dari Nazarudin kepada Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono untuk keperluan Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010.
"Pernyataan Yulianis sepenuhnya hasil rekaan. Yulianis tidak pernah menyerahkan uang kepada saudara Edhie Baskoro, melainkan seperti pengakuannya sendiri, uang itu diserahkan kepada Nazarudin," kata Juru Bicara Partai Demokrat Rachland Nashidik dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.
Rachland meyakini pernyataan Yulianis memberi dasar untuk membangun opini bahwa Edhie Baskoro melakukan kejahatan.
Dalam ilmu hukum, kata Rachland, pernyataan Yulianis disebut sebagai "testimonium de auditu" yakni pernyataan yang diragukan kebenarannya karena hanya berdasar rekaan atau opini.
Pernyataan demikian, lanjut Rachland, akan dikesampingkan oleh hakim karena tidak memiliki bobot sebagai alat bukti.
"Namun di atas itu semua, tuduhan Yulianis kepada Edhie Baskoro, yang ia berikan untuk dengan sengaja membantah Ketua KPK Abraham Samad, pada kenyataannya telah secara manifest menyerang kredibilitas KPK," katanya.
Apalagi, ia melihat pernyataan Yulianis tersebut telah jauh melampaui "tugas" yang dapat diduga tengah dilakoninya untuk menyeret-nyeret orang lain ke dalam suatu keterlibatan pidana.
"Publik perlu berhati-hati karena tuduhan Yulianis kemungkinan besar adalah bagian dari suatu parade persekongkolan untuk mendiskreditkan KPK," katanya.
Rachland mensinyalir tujuan akhir dari persekongkolan itu adalah melindungi pihak tertentu yang telah ditetapkan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dengan cara menciptakan opini keliru, seolah KPK bekerja atas dasar suatu seleksi yang ditetapkan oleh kekuasaan politik.
"Fungsinya adalah mengembangkan opini bahwa si tersangka semata-mata adalah korban dari suatu operasi kekuasaan," kata dia.
"Namun kita semua tahu bahwa KPK selalu berusaha meminimalisir kekeliruan dengan berusaha selalu bekerja berdasarkan alat-alat bukti yang sahih dan mencukupi," tambah Rachland.
Ia mengatakan kredibilitas KPK berada jauh di tempat yang lebih tinggi dari Yulianis dan parade persekongkolan apapun di belakangnya.
"Persis di sebelah KPK, Presiden Yudhoyono dan keluarganya juga telah berkali-kali membuktikan komitmen politik dan pribadinya untuk mendukung perjuangan KPK memerangi korupsi dengan tanpa pilih bulu," katanya. (*/sun)
Pewarta : 22
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pemkab Padang Panjang ragukan anjing liar yang ditangkap warga Ikua Lubuak
29 July 2024 18:38 WIB, 2024
Tak ragukan kualitas lini serang Indonesia, Jordi Amat: kami mau menang
09 January 2023 6:58 WIB, 2023
Bupati ragukan adanya masyarakat Tanah Datar yang terpapar radikalisme
13 April 2022 18:07 WIB, 2022
Mantan pemain Juventus Del Piero ragukan Juventus bisa jadi juara Liga Champions
23 February 2022 6:20 WIB, 2022
Meski gagal pertahankan gelar, Klopp tak pernah ragukan mental dan karakter Liverpool sepanjang musim
22 May 2021 7:27 WIB, 2021
Cedera tulang rusuk, pelatih PSG ragukan Neymar bisa tampil lawan Dortmund
13 February 2020 12:38 WIB, 2020
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018