Serang (ANTARA) - Perkumpulan wartawan Bukittinggi Press Club (BPC), Sumatera Barat ikut ambil bagian dalam peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang tahun ini digelar di Kota Serang, Provinsi Banten dengan mengutus perwakilan sebanyak sembilan orang wartawan.
"Alhamdulillah, BPC bisa mengutus sembilan orang perwakilan mengikuti HPN kali ini di Banten. Ini merupakan keikutsertaan kali kedua setelah sebelumnya HPN Pekanbaru di 2025," kata Ketua BPC, Al Fatah di Serang, Banten, Minggu (8/2).
Menurutnya, HPN tahun ini menjadi istimewa karena bertepatan dengan kembali bersatunya PWI Pusat setelah sempat terjadi dualisme kepemimpinan setahun terakhir.
"Mayoritas anggota BPC berasal dari PWI, HPN menjadi ajang silaturahmi bersama tokoh pers nasional. Banyak guru dan wartawan senior yang hadir tentunya. Kami berharap ilmu baru serta update informasi terkini terkait dinamika kewartawanan dan media pun juga mempererat solidaritas wartawan sebagai pilar keempat demokrasi," katanya.
BPC saat ini beranggotakan 21 wartawan aktif dan menjadi komunitas yang berbasis di Kota Bukittinggi dan Kabupaten Agam.
BPC memfungsikan kelompoknya sebagai wadah silaturahmi antar wartawan sekaligus pengembangan menuju profesionalisme jurnalis serta aksi sosial di daerah.
Sembilan wartawan yang mengikuti HPN Banten dari BPC adalah Al Fatah (LKBN ANTARA), Yudi Prama Agustino (LPP RRI), Dina Amrina (SCTV), Asrial Gindo (Singgalang), Yursil Masri (Haluan), Roni Novendra (Rakyat Sumbar), Hatta Rizal (Klikpositif), Vesco Davian (Harian Haluan) dan Januar Jamil (Mimbar Sumbar).
Peringatan HPN 2026 diselenggarakan di Provinsi Banten sebagai tuan rumah utama. Rangkaian acara berlangsung mulai tanggal 6 hingga 9 Februari 2026 dengan pusat kegiatan di Kota Serang dengan tema "Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat!".
Dalam momentum Hari Pers Nasional 2026, Ketua PWI Pusat, Akhmad Munir menegaskan pentingnya konsolidasi internal di kalangan insan pers untuk menjaga profesi dari penyimpangan.
Penguatan kompetensi, kepatuhan terhadap kode etik jurnalistik, serta pengawasan organisasi profesi disebut sebagai langkah strategis yang harus diperkuat.
"Ekosistem pers yang sehat tidak akan terwujud jika kita membiarkan praktik-praktik yang merusak profesi ini. Ini tantangan bersama yang harus dijawab oleh seluruh insan pers," katanya.
BPC juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang turut memfasilitasi komunitas wartawan yang berdiri sejak 2014 itu hingga bisa hadir ke Serang, Banten.
Dukungan utama diberikan oleh Wali Kota Ramlan Nurmatias, Sekdako Rismal Hadi, Kominfo dan jajaran kepala dinas, Bank Nagari, Legislator Ade Rezki, Kapolresta dan Kasatlantas Bukittinggi, Dandim 03/04 Agam, Kajari, Legislator Andi Sultan, Imigrasi Agam, Ketua DPRD Bukittinggi Syaiful Effendi, Wakil Ketua Nova Chandra.
Serta UM Sumbar, RS Madina, Hoki Store, Legislator Asril, Notaris Martiapri Yanti, Mantan Sekda Martias Wanto, Komisioner Bawaslu Sumbar Benni Azis, RSAM dan lainnya.