Lubukbasung (ANTARA) - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) membantu perlengkapan ibadah bagi 117 kepala keluarga penyintas bencana yang tinggal di hunian sementara Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari atau Desa Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, Jumat.
Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Ditjen Gakkum Kehutanan Kementerian Kehutanan Suharyono di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan perlengkapan ibadah yang diserahkan berupa kain sarung, baju koko dan mukenah.
"Bantuan langsung kita serahkan kepada penyintas yang tinggal di hunian sementara Lapangan Sepak Bola SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan," katanya.
Ia mengatakan Rimbawan Peduli menyerahkan bantuan setiap kepala keluarga berupa baju muslim, kain sarung untuk bapak-bapak dan mukenah bagi ibu-ibu.
Perlengkapan ibadah yang diserahkan itu dalam menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri beberapa Minggu lagi.
"Kita mengharapkan dengan bantuan yang diberikan agar penyintas bisa menjalankan ibadah Ramadhan nantinya," katanya.
Sebelumnya, Kementerian Kehutanan juga memberikan bantuan bahan kebutuhan pokok bagi penyintas dan warga terdampak bencana banjir bandang.
Setelah itu memberikan bantuan pipanisasi air di 10 nagari terdampak dan membuka posko kesehatan.
"Alhamdulillah bantuan pipa dan tandon telah dipasang warga, sehingga air sudah kembali mengalir ke rumah warga," katanya.
Salah seorang penyintas, Yuni Efnita (35) mengucapkan terimakasih kepada Kementerian Kehutanan yang telah memberikan bantuan perlengkapan ibadah, sehingga bisa dimanfaatkan saat Ramadhan dan Idul Fitri nanti.
"Perlengkapan ibadah ini bisa kami gunakan saat Ramadhan dan Idul Fitri nanti. Kami sangat senang sekali dengan adanya bantuan ini," katanya.
Ia menambahkan 117 unit hunian sementara diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) dan Kebudayaan Pratikno dan Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Muhammad Tito Karnavian, Sabtu (24/1).
Usai diresmikan, hunian sementara tersebut langsung ditempati penyintas yang sebelumnya tinggal di pengungsian SDN 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan dan di rumah keluarga.
"Sudah tujuh hari kami tinggal di hunian sementara setelah rumah kami rusak terdampak banjir bandang, Kamis (27/11/2025)," katanya.