Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) mengalokasikan bantuan keuangan khusus sebesar Rp1 miliar untuk mempercepat proses pemulihan dan relokasi Pasar Payakumbuh usai terbakar pada 26 Agustus 2025.
"Untuk mendukung pemulihan, Pemerintah Provinsi Sumbar menyalurkan bantuan keuangan khusus sebesar Rp1 miliar," kata Wakil Gubernur Sumbar Vasko Ruseimy, di Padang, Selasa.
Selain itu, kata dia, Bank Nagari juga menambah Rp25 juta, setelah sebelumnya menyalurkan bantuan sebesar Rp75 juta. Kemudian Jaminan Kredit Daerah (Jamkrida) setempat turut memberikan bantuan Rp50 juta.
Sedangkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Sumbar menyalurkan Rp200 juta untuk membantu para pedagang.
"Bantuan ini bukan untuk mengganti kerugian seluruhnya, tapi setidaknya bisa meringan beban pedagang untuk sementara waktu. Semoga bisa mengobati hati masyarakat yang terdampak," kata Vasko.
Vasko menyebutkan terdapat sekitar 500 kios pedagang yang ludes terbakar pada peristiwa nahas tersebut. Saat ini Pemerintah Kota Payakumbuh sedang dalam tahap relokasi pedagang ke tempat baru, agar roda perekonomian tetap bisa berjalan.
Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta mengatakan ratusan pedagang Pasar Payakumbuh sudah direlokasi secara bertahap ke Jalan Sutan Usman atau di dekat terminal setempat.
"Kita memperkirakan tempat relokasi ini bisa menampung sekitar 300 pedagang," kata Wali Kota Payakumbuh.
Zulmaeta mengatakan tidak semua pedagang yang bersedia direlokasi ke Jalan Sutan Usman. Beberapa di antaranya memilih untuk kembali berdagang di daerah Padang Kaduduak serta di tempat lainnya.
Terkait bantuan keuangan khusus sebesar Rp1 miliar dari Pemerintah Provinsi Sumbar, ia mengatakan sepenuhnya akan digunakan untuk proses relokasi pedagang. Sementara bantuan lainnya diserahkan langsung kepada pedagang.