Simpang Empat (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat menargetkan dua "Brigade Pangan" berdiri di daerah itu dalam rangka upaya memotivasi generasi muda terlibat pada sektor pertanian melalui pemanfaatan teknologi modern dengan peluang ekonomi yang menjanjikan.

"Saat ini sudah terbentuk satu Brigade Pangan di Kecamatan Talamau. Dalam waktu dekat akan dibentuk di Kecamatan Talamau," kata Kepala Dinas Tanaman Pangan Holtikultura Pasaman Barat Doddy San Ismail di Simpang Empat, Rabu.

Menurutnya keuntungan dan pemanfaatan teknologi menjadi kunci utama, pentingnya keterlibatan generasi muda dalam sektor pertanian.

Dia menilai ada dua kunci utama yang dapat menarik generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian, yakni keuntungan yang tinggi minimal Rp10 juta per bulan dan penggunaan teknologi tinggi atau canggih.

Dia menyebutkan salah satu contoh, yakni mekanisasi panen sebagai inovasi yang dapat menghemat waktu dan tenaga.

Sebelumnya, proses panen secara manual dengan sabit membutuhkan waktu hingga 25 hari untuk satu hektare per orang. Namun, dengan bantuan alat modern, pekerjaan yang sama dapat diselesaikan dalam waktu hanya dua jam.

Teknologi tinggi merupakan solusi yang tepat, kemudian pengelolaan air yang baik, dan pendapatan yang menarik.

"Pihaknya optimistis generasi muda dapat menjadi motor penggerak utama pertanian masa depan," sebutnya.

Dengan memberikan kesempatan kepada petani millenial ini, dia juga berharap dapat membantu permasalahan yang ada dalam meningkatkan Indeks Pertanaman (IP) yang selama ini baru satu kali setahun .

"Tentu kita berharap IP khususnya di Kecamatan Talamau dan Pasaman Barat IP sawah nanti bisa menjadi dua kali setahun," ujarnya.

Dia menyebutkan dengan peningkatan IP maka merupakan salah satu upaya intensifikasi. 

Selain itu juga Brigade Pangan akan difasilitasi dengan alat pertanian modern seperti traktor, drone, pemupukan, pengendali hama sampai alat mesin pertanian untuk panen.