Lubukbasung (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat membantu pemasaran gabah kering giling milik petani ke Perum Bulog dalam menstabilkan harga padi di daerah itu saat panen raya.

"Kita membantu pemasaran gabah kering giling di Nagari atau Desa Kampung Pinang beberapa Minggu lalu," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Rosva Deswira didampingi Kepala Bidang Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam Ediarta di Lubuk Basung, Sabtu.

Ia mengatakan padi milik kelompok tani di Kampung Pinang itu dengan jumlah 3,5 ton.

Untuk harga beli dari Bulog Rp6,5 ribu per kilogramnya. Sementara harga beli dari pedagang pengumpul dibawah Rp6,5 ribu per kilogram.

"Bulog membeli gabah kering giling tingkat petani Rp6,5 ribu per kilogram, sementara pedagang membeli dibawah Rp6,5 ribu per kilogram," katanya.

Ia menambahkan Perum Bulog melakukan intervensi harga gabah kering giling tingkat petani saat panen raya.

Intervensi tersebut dilakukan ketika harga gabah kering giling dibawah Rp6,5 ribu per kilogram, sehingga petani tidak rugi dengan harga cukup murah.

Dengan kondisi itu, maka pedagang bakal membeli gabah kering giling dengan harga cukup tinggi.

"Apabila harga gabah kering giling diatas Rp6,5 ribu, maka Bulog tidak bakal masuk ke daerah tersebut untuk melakukan intervensi harga," katanya.

Ia mengakui Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Agam membantu untuk memasarkan gabah kering giling ke Bulog agar harga menjadi normal.

Saat ini harga gabah kering giling sudah normal di Agam wilayah barat, sehingga Bulog tidak masuk melakukan intervensi.

Khusus Agam wilayah timur, Bulog belum pernah melakukan intervensi, karena harga cukup tinggi di daerah itu.


Pewarta : Yusrizal
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026