Lubuk Sikaping (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat mencatat jumlah penerima bantuan sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 40.845 Kepala Keluarga (KK).

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pasaman Dedi di Lubuk Sikaping, Rabu mengatakan data penerima bantuan tersebut diterima dari Kemensos RI.

"Untuk penerima bantuan sembako sebanyak 26.402 KK. Kemudian untuk jumlah penerima bantuan PKH sebanyak 14.443 KK. Jadi totalnya mencapai 40.845 KK yang tersebar di 12 Kecamatan se-Pasaman," terang Dedi.

Bantuan sembako atau Bantuan Sosial Sembako (BSS) kata Dedi merupakan pengembangan dari program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

Dalam program ini, penerima bantuan akan menerima kartu sembako yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan di e-warung yang telah ditunjuk. 

Penerima bantuan dapat memilih jenis dan jumlah bahan pangan yang dibeli, dan dapat memanfaatkan dana bantuan untuk membeli bahan pangan lainnya seperti jagung, daging ayang, daging sapi, kacang-kacangan, sayur, atau buah.

"Besarnya bantuan yang diberikan dalam program ini adalah Rp200 ribu per bulan, yang dapat digunakan untuk membeli bahan pangan selama 9 bulan. Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang kurang mampu serta untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," katanya.

Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan program bantuan sosial dari pemerintah untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos).

"PKH memberikan bantuan berupa uang tunai kepada keluarga miskin yang memenuhi kriteria tertentu, seperti memiliki anak usia sekolah, ibu hamil, atau anggota keluarga dengan disabilitas. Bantuan ini diberikan dengan syarat bahwa keluarga penerima harus memenuhi beberapa kondisi, seperti mengirimkan anaknya ke sekolah, melakukan pemeriksaan kesehatan secara teratur, dan mengikuti program pendidikan kesehatan," katanya.

Program PKH kata dia bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat miskin dengan meningkatkan akses ke pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan keluarga.

"Memberikan bantuan untuk biaya sekolah dan pendidikan. Memberikan bantuan untuk biaya kesehatan dan pemeriksaan kesehatan. Meningkatkan kesejahteraan keluarga dengan memberikan bantuan untuk biaya hidup sehari-hari," katanya.

PKH merupakan program yang sangat penting untuk membantu masyarakat miskin di Indonesia dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Sementara Koordinator PKH Kabupaten Pasaman Day Rizky mengatakan saat ini ada 44 orang petugas dan 1 koordinator yang mengawal serta pendampingan penyaluran bantuan kepada penerima.

"Pendamping memiliki tugas utama untuk mengidentifikasi dan meregistrasi keluarga yang memenuhi kriteria penerima PKH. Mengawasi dan memantau pelaksanaan program di lapangan, termasuk memastikan bahwa keluarga penerima memenuhi syarat dan kondisi yang telah ditentukan. Memberikan bimbingan dan pendampingan kepada keluarga penerima," katanya.

Pendamping PKH kata dia memberikan bimbingan dan pendampingan kepada keluarga penerima bantuan, termasuk membantu mereka dalam mengakses layanan kesehatan dan pendidikan.

"Bantuan akan diberikan berdasarkan jumlah komponen yang dimiliki yaitu anak sekolah SD-SMP-SMA. Untuk komponen kesehatan anak balita, pra sekolah, ibu hamil, lansia di atas 70 tahun ke atas dan terdaftar di dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS)," katanya.

Untuk ibu hamil kata dia saat ini menerima bantuan Rp3 juta per tahun, anak balita Rp2,4 juta per tahun, anak SD-SMP-SMA Rp1,5 juta, dan lansia Rp2,4 juta per tahun.

"Setiap tahun bisa berubah nominal bantuannya sesuai regulasi dari Kemensos RI. Pencairan empat kali dalam satu tahun atau sekali per triwulan. Bantuan dikirim melalui kantor POS ke rekening masing-masing penerima," pungkasnya.

Pihaknya berharap bantuan ini bisa membantu perekonomian masyarakat kurang mampu agar terus bangkit menjadi keluarga mampu dan sejahtera.


Pewarta : Heri Sumarno
Editor : Jefri Doni
Copyright © ANTARA 2026