Lubukbasung (ANTARA) - Taman Perkemahan Buya Hamka di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Sumatera Barat menyediakan paket wisata budaya dan sejarah berbasis konservasi yang baru diresmikan Sabtu (14/12). 

Ketua Pengelola Taman Perkemahan Buya Hamka, Rudi Yudistira di Lubuk Basung, Jumat, mengatakan paket wisata yang disediakan berupa menjelajahi jalur yang pernah dilalui masa kecil Buya Hamka, situs cagar budaya atau objek diduga cagar budaya (ODCB) berupa Surau Nyiak Dr, mengunjungi Makam Syekh Amrulah, Syekh Abdulah Saleh, DR H Karim Amrulah, Makam Yusuf Amrulah dan perkampungan Sungai Batang. 

"Kita menyediakan paket wisata tersebut kepada pengunjung saat berada di lokasi tersebut," katanya. 

Ia mengatakan paket wisata budaya dan sejarah berbasis konservasi tersebut untuk melestarikan kondisi alam di daerah itu agar terjaga dengan baik. 

Ini mengingat bahwa bahan baku untuk membangun rumah gadang atau rumah adat Minangkabau dan tambua tansa harus ada tanpa merusak alam. 

"Kalau tidak di dukung Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar bagaimana pelestarian kebudayaan. BKSDA sangat kuat perannya disana dan termasuk menjaga ekosistem Danau Maninjau," katanya. 

Ia menambahkan Taman Perkemahan Buya Hamka tersebut diresmikan Sabtu (14/12) dan pembangunan merupakan bantuan BKSDA Sumbar. 

Bantuan tersebut digunakan untuk membangun fasilitas pendukung berupa air bersih, tenda bagi pengunjung dan lainnya. 

"Fasilitas baru selesai dibangun dan dibeli untuk mendukung destinasi wisata tersebut," katanya. 

Ia mengakui sudah ada 100 siswa yang mengadakan kegiatan di daerah itu. Mereka berasal dari SDN 06 Kubu, StD 18 Nagari, SDN 31 Batuang Panjang, StD 13 Tanjung Sani, SDN 14 Labuah. 

"Rencananya siswa SMP Muhammadiya Bayua dan Ponpes Kauman Padang Panjang bakal mengadakan kegiatan di daerah itu," katanya. 

Sementara Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Agam Taslim memberikan apresiasi yang telah mengadakan kegiatan untuk melestarikan budaya dan sejarah di daerah itu. 

"Saya berharap ini bisa menjadi contoh bagi nagari atau desa lain di Agam untuk lebih mengoptimalkan potensi budaya dan sejarah di daerah,' katanya.