Sjarifuddin Meminta Luthfi Hasan Bersikap Jantan
Sabtu, 12 Oktober 2013 9:26 WIB
Ketua Pelaksana Harian DPP Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan. (Antara)
Jakarta, (Antara) - Ketua Pelaksana Harian DPP Partai Demokrat Sjarifuddin Hasan mengatakan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) seharusnya bersikap lebih jantan dalam menghadapi kasus yang membelitnya.
"Kami meminta agar Luthfi bersikap jantan dalam menghadapi kasus yang membelitnya, serta tidak usah membawa-bawa orang lain untuk terlibat dalam kasus yang melilitnya saat ini," kata Sjarifuddin Hasan di Jakarta, Sabtu.
Ia menyesalkan pernyataan mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq (LHI) dalam persidangan kasus dugaan suap impor daging sapi.
Menurut Sjarifuddin Hasan, kesaksian Luthfi yang menyebut Bunda Putri sangat dekat dengan Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) dianggapnya hanya halusinisasi di siang bolong.
"Lutfhi jangan berhalusinasi. Bersikaplah ksatria bertanggung jawab terhadap persoalan yang menimpanya dan jangan menyeret Presiden dalam pusaran kasus yang melibatkan dirinya," kata Sjarifuddin.
Sjarifuddin Hasan mengaku kaget dan heran dengan pernyataan LHI yang murni dianggapnya sebagai perbuatan fitnah itu.
Sjarif yang juga merupakan Menteri Koperasi dan UKM itu menyatakan seharusnya Luthfi berpikir dua kali untuk melontarkan sesuatu yang belum tentu benar di muka pengadilan. Apalagi, hal itu berkaitan dengan seorang kepala negara.
"Ini murni fitnah, dan sebagai mantan Presiden PKS harusnya dia tahu konsekuensi hukumnya," katanya.
Sebelumnya, Luthfi mengaku sosok Bunda Putri memiliki hubungan yang dekat dengan Presiden SBY.
Bahkan tahu seluk beluk politik terutama tentang isu reshuffle kabinet.
Merespon pernyataan itu, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono marah dan menegaskan Luthfi berbohong.
Kemarahan Presiden itu menyikapi kesaksian Luthfi yang menyebut bahwa Bunda Putri adalah orang yang sangat dekat dengan dirinya. (*/jno)
Pewarta : 6
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Oknum polisi pelaku kekerasan terhadap jurnalis ANTARA di Semarang meminta maaf
07 April 2025 5:30 WIB
Kejari Agam ingatkan ASN-masyarakat tak layani ada meminta mengatasnamakannya
05 March 2025 13:12 WIB
Terbuka kemungkinan pembekalan untuk wakil kepala daerah, Khofifah meminta
16 February 2025 18:10 WIB
Terpopuler - Polhukam
Lihat Juga
Legislator: Percepat Pembangunan Gedung Rehabilitasi Pecandu Narkoba
08 January 2018 18:30 WIB, 2018
Kapolres Padang Pastikan Pilkada Jadi Prioritas Pengamanan Tahun Ini
06 January 2018 14:03 WIB, 2018
Demi Rp100 Juta, Tiga Kurir Ini Nekat Bawa 1,3 Ton Ganja dari Aceh ke Jakarta
04 January 2018 19:49 WIB, 2018
Kejari Pesisir Selatan Nyatakan Tidak Pernah Terima Tembusan Diversi Lakalantas
04 January 2018 17:53 WIB, 2018