Sumbar tunggu kepastian regulasi pengelolaan zakat dari YouTuber
Kamis, 18 Juli 2024 9:58 WIB
Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi memberikan paparan di Kota Padang. (ANTARA/Muhammad Zulfikar).
Padang (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menunggu kepastian regulasi dari pemerintah pusat terkait pengoptimalan sumber zakat dari kalangan YouTuber.
"Kita akan tunggu bagaimana pedomannya, karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga belum memiliki peraturan terkait zakat dari YouTuber," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Kamis.
Eks Wali Kota Padang tersebut menyakini apabila MUI maupun pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga berwenang sudah menerbitkan regulasi pengelolaan zakat dari penghasilan YouTuber, maka potensi zakat di Tanah Air akan semakin besar.
"Apakah nanti regulasi itu dalam bentuk undang-undang, peraturan presiden atau lainnya kita masih tunggu, baru setelah itu bisa kita laksanakan di daerah," ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Ketua MUI bidang Fatwa Prof Muhammad Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan terdapat potensi besar pengelolaan zakat dari kalangan YouTuber di Tanah Air yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
"Ketika hasil usahanya (YouTube) diperoleh secara halal dan objek di media sosialnya tidak bertentangan secara syariat, dan pendapatan mencapai nisab, maka wajib zakat," kata dia.
Ia menegaskan zakat dari YouTuber tersebut wajib ditunaikan sepanjang seluruh rukun zakatnya telah terpenuhi. Sebab, meskipun pekerjaan ini sama sekali tidak ada pada zaman Nabi, Asrorun berpandangan ketika pekerjaan itu sudah menghasilkan dan memenuhi syarat, maka wajib menunaikan zakat.
Menurut dia, besarnya potensi zakat yang bisa dikelola dari platform YouTube tidak bisa digerakkan jika hanya mengandalkan fatwa yang dikeluarkan MUI saja. Namun, regulasi yang tegas dan jelas dari pemerintah diperlukan agar potensi itu terkelola dengan baik.
"Transaksi digital itu sekarang sangat besar dan para YouTuber ini juga potensial membayar zakat," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sumbar tunggu kepastian regulasi pengelolaan zakat dari YouTuber
"Kita akan tunggu bagaimana pedomannya, karena Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga belum memiliki peraturan terkait zakat dari YouTuber," kata Gubernur Sumbar Mahyeldi di Padang, Kamis.
Eks Wali Kota Padang tersebut menyakini apabila MUI maupun pemerintah pusat melalui kementerian dan lembaga berwenang sudah menerbitkan regulasi pengelolaan zakat dari penghasilan YouTuber, maka potensi zakat di Tanah Air akan semakin besar.
"Apakah nanti regulasi itu dalam bentuk undang-undang, peraturan presiden atau lainnya kita masih tunggu, baru setelah itu bisa kita laksanakan di daerah," ujar Mahyeldi.
Sementara itu, Ketua MUI bidang Fatwa Prof Muhammad Asrorun Ni'am Sholeh mengatakan terdapat potensi besar pengelolaan zakat dari kalangan YouTuber di Tanah Air yang dapat digunakan untuk membantu mengatasi berbagai persoalan sosial di masyarakat.
"Ketika hasil usahanya (YouTube) diperoleh secara halal dan objek di media sosialnya tidak bertentangan secara syariat, dan pendapatan mencapai nisab, maka wajib zakat," kata dia.
Ia menegaskan zakat dari YouTuber tersebut wajib ditunaikan sepanjang seluruh rukun zakatnya telah terpenuhi. Sebab, meskipun pekerjaan ini sama sekali tidak ada pada zaman Nabi, Asrorun berpandangan ketika pekerjaan itu sudah menghasilkan dan memenuhi syarat, maka wajib menunaikan zakat.
Menurut dia, besarnya potensi zakat yang bisa dikelola dari platform YouTube tidak bisa digerakkan jika hanya mengandalkan fatwa yang dikeluarkan MUI saja. Namun, regulasi yang tegas dan jelas dari pemerintah diperlukan agar potensi itu terkelola dengan baik.
"Transaksi digital itu sekarang sangat besar dan para YouTuber ini juga potensial membayar zakat," kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Sumbar tunggu kepastian regulasi pengelolaan zakat dari YouTuber
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Gegara prank bantuan sosial berisi sampah, seorang pemuda ditangkap polisi, satu lagi jadi buronan
04 May 2020 15:17 WIB, 2020
Ikut demo RKUHP, ini yang ingin disuarakan Youtuber Andovi da Lopez
27 September 2019 6:37 WIB, 2019
Arief "Poconggg" Muhammad setuju KPI awasi konten-konten negatif di Youtube
04 September 2019 6:47 WIB, 2019
Teknologi mutakhir Asisten Virtual pukau Blogger dan Youtuber di Booth DFSK
25 July 2019 10:55 WIB, 2019
Ini kisah YouTuber kembar Inggris rela tinggalkan jutaan dolar demi Ibu Bumi
23 July 2019 14:00 WIB, 2019