TPID Solok periksa kualitas beras bantuan pangan-CBP di Perum Bulog
Selasa, 14 Mei 2024 19:31 WIB
TPID Kabupaten Solok saat melakukan pemeriksaan kualitas beras bantuan pangan-CBP 2024 di Perum Bulog (ANTARA/HO-Diskominfo Solok)
Solok (ANTARA) - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Solok melakukan peninjauan dan pemeriksaan kualitas serta kuantitas beras untuk program beras bantuan pangan-cadangan beras pemerintah (CBP) tahun 2024 di gudang Perum Bulog Koto Baru, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Solok Eva Nasri di Solok, Selasa mengatakan pemeriksaan ini berdasarkan tentang laporan dan kondisi kualitas beras di gudang Perum Bulog sudah sesuai atau belum dengan ketentuan beras bantuan pangan - CBP 2024.
"Semoga setelah dilakukan peninjauan dan pemeriksaan. Beras yang diserahkan ke masyarakat nanti sesuai dengan kualitas serta kuantitas beras untuk program beras bantuan pangan-Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2024," katanya.
Selain itu, ia juga menyampaikan pihaknya akan membantu untuk melakukan verifikasi dan validasi agar bantuan pangan tersebut tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Diharapkan bantuan pangan ini memang disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," katanya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada seluruh wali nagari (kepala desa) yang telah menerima bantuan pangan ini, supaya segera disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima dan sesuai dengan data.
"Alhamdulillah setelah dilakukan pemeriksaan, beras yang akan disalurkan sudah memenuhi standar atau kriteria untuk beras bantuan pangan," ujar dia.
Di samping itu, Asisten Manajer SCPP BULOG Solok Nesia menyampaikan bahwa beras yang akan disalurkan sudah memenuhi standar atau kriteria untuk beras bantuan pangan.
Ia juga meminta bantuan dan kerja sama kepada TPID Kabupaten Solok supaya melakukan verifikasi dan validasi data untuk penerima bantuan pangan.
"Kita memerlukan kerja sama kepada TPID Kabupaten Solok supaya melakukan verifikasi dan validasi data untuk penerima bantuan pangan," ujar dia.
Staf Ahli Bidang Ekonomi Pembangunan Pemkab Solok Eva Nasri di Solok, Selasa mengatakan pemeriksaan ini berdasarkan tentang laporan dan kondisi kualitas beras di gudang Perum Bulog sudah sesuai atau belum dengan ketentuan beras bantuan pangan - CBP 2024.
"Semoga setelah dilakukan peninjauan dan pemeriksaan. Beras yang diserahkan ke masyarakat nanti sesuai dengan kualitas serta kuantitas beras untuk program beras bantuan pangan-Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tahun 2024," katanya.
Selain itu, ia juga menyampaikan pihaknya akan membantu untuk melakukan verifikasi dan validasi agar bantuan pangan tersebut tepat sasaran untuk masyarakat yang membutuhkan.
"Diharapkan bantuan pangan ini memang disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan," katanya.
Selain itu, ia juga berpesan kepada seluruh wali nagari (kepala desa) yang telah menerima bantuan pangan ini, supaya segera disalurkan kepada masyarakat yang benar-benar berhak menerima dan sesuai dengan data.
"Alhamdulillah setelah dilakukan pemeriksaan, beras yang akan disalurkan sudah memenuhi standar atau kriteria untuk beras bantuan pangan," ujar dia.
Di samping itu, Asisten Manajer SCPP BULOG Solok Nesia menyampaikan bahwa beras yang akan disalurkan sudah memenuhi standar atau kriteria untuk beras bantuan pangan.
Ia juga meminta bantuan dan kerja sama kepada TPID Kabupaten Solok supaya melakukan verifikasi dan validasi data untuk penerima bantuan pangan.
"Kita memerlukan kerja sama kepada TPID Kabupaten Solok supaya melakukan verifikasi dan validasi data untuk penerima bantuan pangan," ujar dia.
Pewarta : Rahmatul Laila
Editor : Siri Antoni
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Tim pengendali inflasi daerah Kabupaten Solok gelar Capacity Building
06 November 2023 14:34 WIB, 2023
Tim pengendali inflasi daerah Pasaman Barat tinjau harga sembako di pasar
12 April 2023 9:08 WIB, 2023
Petrokimia Gresik kerahkan pengendali hama kawal 13.099 hektare lahan melalui program Kotani
01 February 2022 12:57 WIB, 2022
Hakim vonis mati narapidana pengendali bisnis narkotika dari balik jeruji besi
28 January 2020 11:10 WIB, 2020
KPK terima 161 laporan gratifikasi Hari Raya Idul Fitri, sebagian besar dalam bentuk ini
14 June 2019 13:41 WIB, 2019